Punya Video Bagi-bagi Uang di Pilkada Samosir, Rapidin Simbolon: Ini Bukti yang Tak Bisa Dipungkiri

Perolehan suara terbanyak Vandiko Gultom-Martua Sitanggang di Pilkada Samosir, menyisakan ketidakpuasan dari pasangan petahana dan parpol pengusung

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
REKAPITULASI perolehan tingkat kabupaten di Pangururan, Samosir, Rabu (16/12/2020). 

"Kami melihat adanya kejahatan yang berbalut pencucian uang dan tindak pidana korupsi melalui modus money politics.

Bayangkan, Pilkada di Kabupaten Samosir dengan memperlihatkan PAD-nya yang hanya sederhana dan sedikit, ada calon yang rela menggelontorkan uang sampai ratusan miliar,” kata Arteria Dahlan, anggota Komisi III DPR RI, Kamis (17/12/2020).

Politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan didampingi Calon Bupati Samosir Rapidin Simbolon di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Medan.
Politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan didampingi Calon Bupati Samosir Rapidin Simbolon di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Medan. (Victory / Tribun Medan)

Tidak hanya itu, Arteria juga menuding bahwa jauh hari sebelum pemilihan, Vandiko dan tim suksesnya membagi-bagikan 60 ribu sembako beserta 120 masker.

Menjelang hari pemilihan, sambung Arteria, pemilih kembali disuap dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Ada calon yang rela menggelontorkan uang sampai ratusan miliar. Satu kepala lebih dari 1 juta. Mulai Desember tahun lalu, diberikan 60 ribu paket sembako dan parsel. Bulan Mei diberikan paket sembako 60 ribu dan diberikan 120 ribu masker," imbuhnya.

"Saya tidak protes, tapi saya ingin menanyakan kepada seluruh aparat penegak hukum, pak polisi, Bawaslu dan tolong tanyakan KPK juga dan PPATK berasal dari mana uang sebanyak itu.

Maka dari itu kami mohon betul, teman-teman di kepolisian Mabes Polri tolong turunkan Propam Mabes, pak Irwasum-nya hadir dan Kompolnasnya hadir,” kata Arteria.

Saking emosinya, dia meminta agar PPATK menelisik keuangan ayah dari Vandiko yang merupakan mantan pejabat di Kementerian PUPR.

Sehingga, kata dia, masalah Pilkada Samosir ini bebas dari praktik-praktik kotor.

"Setelah kami cermati dan menginvestigasi, kami memperoleh hasil bahwa Pilkada Kabupaten Samosir terdapat kejahatan demokrasi yang serius.

Saya katakan teror demokrasi yang dihadirkan secara brutal. Kemudian menghalalkan segala cara. Memperlihatkan penyimpangan penegakan hukum," katanya.

Tanggapan Vandiko-Martua

Tudingan ini ditanggapi santai kubu Vandiko-Martua.

Martua bahkan menilai pernyataan PDIP hanya sekadar mencari kesalahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved