Breaking News:

Punya Video Bagi-bagi Uang di Pilkada Samosir, Rapidin Simbolon: Ini Bukti yang Tak Bisa Dipungkiri

Perolehan suara terbanyak Vandiko Gultom-Martua Sitanggang di Pilkada Samosir, menyisakan ketidakpuasan dari pasangan petahana dan parpol pengusung

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
REKAPITULASI perolehan tingkat kabupaten di Pangururan, Samosir, Rabu (16/12/2020). 

Maka dari itu kami mohon betul, teman-teman di kepolisian Mabes Polri tolong turunkan Propam Mabes, pak Irwasum-nya hadir dan Kompolnasnya hadir,” kata Arteria.

Saking emosinya, dia meminta agar PPATK menelisik keuangan ayah dari Vandiko yang merupakan mantan pejabat di Kementerian PUPR.

Sehingga, kata dia, masalah Pilkada Samosir ini bebas dari praktik-praktik kotor.

"Setelah kami cermati dan menginvestigasi, kami memperoleh hasil bahwa Pilkada Kabupaten Samosir terdapat kejahatan demokrasi yang serius.

Saya katakan teror demokrasi yang dihadirkan secara brutal. Kemudian menghalalkan segala cara. Memperlihatkan penyimpangan penegakan hukum," katanya.

Tanggapan Vandiko-Martua

Tudingan ini ditanggapi santai kubu Vandiko-Martua.

Martua bahkan menilai pernyataan PDIP hanya sekadar mencari kesalahan.

"Biasa itu. Cemana kalau orang kalah kan begitu, cari-cari celah. Kalau money politics, emangnya boleh? Kan dilarang.  Dan bagaimana membuktikan money politics itu apa," ujar Martua ketika dimintai tanggapannya. 

Martua kembali menegaskan bahwa pasangan Vantas tidak ada melakukan money politics seperti yang dituduhkan oleh PDIP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved