Hadiri Musda MUI Sumut ke IX, Plt Wali Kota Medan Ungkapan Harapannya ke Pengurus Baru
Tujuan dari Musda IX ini untuk membahas program kerja MUI Sumut untuk lima tahun ke depan serta melaksanakan pemilihan kepengurusan periode 2020 hingg
TRIBUN-MEDAN.com - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut).
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ballroom Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Nomor 7, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (18/12/2020).
Musda IX MUI yang dibuka langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tersebut ditandai dengan pemukulan bedug.
Tujuan dari Musda IX ini untuk membahas program kerja MUI Sumut untuk lima tahun ke depan serta melaksanakan pemilihan kepengurusan periode 2020 hingga 2025.
Diharapkan, kepada para pengurus yang terpilih nantinya dapat berkontribusi lebih kepada umat dan bangsa khususnya di Sumut.
Musda yang berlangsung selama dua hari mulai Jumat (18/11/2020) hingga Minggu (20/11/2020) ini digelar dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan.
Turut hadir dalam acara ini, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Martuani Sormi, Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) Mayor Jenderal (Mayjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Hassanudin beserta jajarannya.
Akhyar Nasution mengungkapkan, Musda IX MUI Sumut ini dapat dimanfaatkan dengan baik bagi seluruh peserta dan anggota untuk melakukan konsolidasi internal.
Ia juga menilai Musda ini dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi pencapaian program organisasi serta dapat melahirkan program unggulan. Hal ini penting dalam rangka membangun peradaban masyarakat Sumatera Utara yang rahmatan lil alamin.
"Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mengucapkan selamat atas terlaksananya Musda ke IX MUI Sumut. Musda ini dapat dimanfaatkan untuk membentuk kepengurusan baru masa khidmat 2020 hingga 2025," ucap Akhyar.
Sementara itu, Edy Rahmayadi dalam sambutannya menegaskan kembali peran ulama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Edy Rahmayadi juga mengatakan, ulama mendukung umara atau pemimpin pemerintahan agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan benar.
"Maka dari itu saya sebagai umara, kalau saya salah, tegurlah. Banyak hal yang harus kami lakukan. Oleh karena itu kawal saya dalam menjalankan amanah ini," ucap Edy Rahmayadi.
Sebelumnya, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah mengungkap untuk lima tahun ke depan para pengurus MUI Sumut mendapatkan tugas yang cukup menantang.
Sebab, harus membina umat Islam yang berada di pedalaman, dan perbatasan untuk mendapatkan ilmu Islam lebih dalam lagi.
Maka dari itu, Abdullah berharap para pengurus yang baru nantinya dapat meningkatkan pendidikan islamiyah di Sumut khususnya yang berada di pedalaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/musyawarah-daerah-musda-ix-majelis-ulama-indonesia-mui-sumatra-utara-sumut.jpg)