Breaking News:

INILAH Keputusan Bawaslu Terkait Laporan Money Politics Rp 100 Miliar di Pilkada Samosir

Bawaslu Samosir angkat bicara terkait isu money politics yang disebut-sebut mencapai Rp 100 miliar di Pilkada Samosir 2020.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
REKAPITULASI perolehan tingkat kabupaten di Pangururan, Samosir, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Bawaslu Samosir angkat bicara terkait isu money politics yang disebut-sebut mencapai Rp 100 miliar di Pilkada Samosir 2020.

Dugaan money politics itu telah dilaporkan ke Bawaslu Samosir beberapa waktu lalu.

Ketua Bawaslu Samosir Anggiat Sinaga menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait terkait laporan itu.

“Kemarin ada atas nama seseorang warga negara yang melaporkan dugaan pelanggaran itu (money politics) dan kita sudah terima.

Kita sudah bahas. Pembahasan pertama ke Gakkumdu dan kita klarifikasi, baik pelapor dan juga terlapor.

Kemudian kita lanjutkan dengan pembahasan kedua bersama Gakkumdu,” kata Anggiat Sinaga saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com, Senin (21/12/2020) sore.

Hasilnya, Bawaslu memutuskan bahwa laporan dugaan tersebut dihentikan karena tidak memenuhi bukti-bukti untuk dilanjutkan ke proses penyidikan oleh kepolisian.

“Akhirnya tadi, semalam diputuskan belum bisa ditindaklanjuti atau dihentikanlah istilahnya karena tidak memenuhi atau bukti-bukti yang cukup untuk dilanjutkan ke penyidikan di kepolisian,” sambungnya.

Dengan keputusan tersebut, kini Bawaslu menunggu undangan dari KPU untuk penetapan calon terpilih.

“Kalau kemarin kan, kita sudah mengikuti rekapitulasi dan penetapan hasil. Kalau persoalan penetapan calon nanti, kita masih menunggu undangan dari teman-teman KPU sesuai dengan jadwal mereka kapan mau ditetapkan,” pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved