Breaking News:

Kejar Kecepatan dan Terintergrasi, LPK-MAT Kembangkan Building Information Modelling

Penerapan BIM ini sangat penting dikembangkan di Indonesia karena dapat mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan di proyek.

TRIBUN MEDAN/HO
FOTO bersama almuni LPK-MAT yang sudah selesai mengikuti pelatihan BIM di LPK-MAT, Sabtu (19/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Penguasaan teknologi dalam dunia arsitektur menjadi keharusan yang wajib dikuasai profesional saat ini. Hal inilah yang dilakukan Lembaga Pelatihan Kerja Moderen Arsitektur dan Teknologi (LPK – MAT) dengan memberikan pengajaran dan pelatihan teknologi Building Information Modelling (BIM).

CEO MAT dalam keterangan persnya yang diterima Tribun-Medan.com, Senin (21/12/2020), Tony mengatakan, revolusi industri 4.0 telah membuat segala sesuatu dalam berbagai bidang, harus efisien, dengan mengejar kecepatan serta terintegrasi. Demikian pula dunia arsitek sedang berlomba di bidang waktu dengan fokus pada software BIM (Building Information Modelling).

Dikatakan Tony, BIM adalah suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa Informasi penting dalam proses Design, Construction, Maintenance yang terintegrasi pada pemodelan 3D. BIM ini sudah mulai digunakan pada proyek - proyek strategis yang ada di Indonesia untuk menunjang kemajuan teknologi di bidang konstruksi.

“Penerapan BIM ini sangat penting dikembangkan di Indonesia karena dapat mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan di proyek. Salah satu keunggulan dari BIM ini adalah integrasi informasi dari berbagai disiplin ilmu dalam satu pemodelan 3D,” kata Tony.

Menurut Tony, orang umum lebih mudah membaca gambar proyek tiga dimensi dibanding dengan dua dimensi. Dengan gambar tiga dimensi owner proyek akan lebih mudah memahami gambar teknis yang diajukan oleh kontraktor.

Tony menjelaskan, di LPK-MAT, teknologi BIM di dunia arsitektur ini sudah dapat dipelajari dengan rentang waktu yang tidak begitu lama. Dengan dukungan tenaga pendidik yang mumpuni dan berpengalaman, seseorang dapat mempelajari dan menguasai berbagai teknik yang dikelompokkan dalam beberapa modul diangtaranya BIM Arsitek, BIM Interior Desainer, BIM Landscaper, BIM Mep & Hvac, BIM Struktur, BIM Lighting Desainer, dan BIM Furnitur Desainer.

Tony mengatakan, LPK-MAT sudah melaksanakan pelatihan teknologi BIM untuk angkatan pertama. Penyerahan sertifikat kelulusan dilaksanakan Sabtu (19/12/2020) lalu di kantor LPK-MAT Komplek Cemara Asri, Percut Seituan, Deliserdang.

“Pelatihan yang kami berikan lebih kepada soft skill. Kenapa soft skill? Karena kalau kita ingin menjadi negara maju, maka kita perlu menguasai ilmu-ilmu induk, satu diantaranya BIM, yang dipakai dalam ekosistem arsitektur,” kata Tony.

Tony menambahkan, pelatihan yang diberikan LPK-MAT merupakan kebutuhan dunia arsitek saat ini, terlebih lagi peraturan pemerintah tentang wajib BIM di Indonesia. “Kami mendukung program pemerintah dalam hal sertifikasi. Tapi lembaga LPK-MAT bukan hanya sebagai tempat jualan sertifikat, melainkan lebih kepada menjawab tantangan dalam mengasah kemampuan seorang arsitek,” katanya.

Seorang alumni LPK-MAT, Hari Irawan yang kini bekerja di PT Nadic mengatakan, materi pelajaran yang ia dapatkan selama mengikuti pelatihan di LPK-MAT sangat membantunya untuk mendukung pekerjaannya. Satu diantaranya telah diterapkan saat perusahaannya membuka pabrik baru dan dirinya terlibat dalam pembukaan pabrik tersebut.

“Kecanggihan teknologi di dunia konstruksi tidak akan bisa dibenddung. Kita harus bisa mengadaptasikan diri dan menjadi yang terbaik atau kita yang akan ditinggalkan,” katanya.(*/top/tribun-medan.com)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved