Penanganan Covid

Muncul Varian Baru Virus Corona yang Lebih Menular, Ini Langkah Pemerintah Indonesia

Varian baru virus Corona ditemukan di Inggris dan sejumlah negara lainnya di dunia, beberapa waktu terakhir.

Editor: Juang Naibaho
Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUN-MEDAN.com - Varian baru virus Corona ditemukan di Inggris dan sejumlah negara lainnya di dunia, beberapa waktu terakhir.

Dilaporkan bahwa varian baru virus Corona itu lebih cepat menular dibandingkan jenis sebelumnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah mewanti-wanti kepada seluruh negara untuk antisipasi varian baru virus Corona tersebut.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah sudah mengantisipasi masuknya varian baru virus corona ke Indonesia dengan menerbitkan surat edaran (SE) terkait emigrasi dan imigrasi (keluar masuk negara).

"Kami sudah antisipasi imigrasi dan emigrasi Indonesia di SE terbaru, hal ini bukti komitmen pemerintah dalam mencegah imported cases (penularan dari luar negeri)," ujar Wiku dikutip Tribun-Medan.com dari Kompas.com, Senin (21/12/2020).

Dia mengatakan, disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M) tetap menjadi yang utama untuk mencegah terpapar varian baru virus corona penyebab Covid-19 itu.

"Selain itu berolahraga dan tidur yang cukup," ucap Wiku.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengumumkan bahwa pihaknya menemukan varian baru virus corona beberapa hari lalu.

Varian tersebut diduga berhubungan dengan peningkatan kasus di selatan Inggris.

Kepala tenaga medis Inggris Chris Witty pada Sabtu (19/12/2020) mengonfirmasi, varian baru virus corona yang muncul di sana dapat menyebar lebih cepat.

Ia pun mendesak masyarakat agar lebih waspada guna mengurangi risiko penularan.

Whitty juga mengatakan, Inggris sudah melaporkan temuan ini ke Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Sebagai dampak dari penyebaran cepat varian baru, data pemodelan awal dan tingkat insiden yang meningkat pesat di Tenggara, (badan ahli yang memberi masukan ke pemerintah) sekarang mempertimbangkan varian baru ini dapat menyebar lebih cepat," kata Whitty dikutip dari AFP.

Terkait mutasi virus Corona, Direktur Medik RS PGI Cikini Jakarta Inolyn Panjaitan mengatakan, pihaknya menemukan adanya sifat virus corona yang berubah sifat, saat kasus Covid-19 meningkat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved