Breaking News:

Peraih Juara I One Pride MMA, Adi Rominto Semangati Ibunya Melalui Hastag #pohulpohulborusihotang

Sebagai seorang anak penjual pohul-pohul, Adi mengaku melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perjuangan seorang ibu menyekolahkan tujuh anaknya.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
ADI Rominto Manurung yang dikenal “Popay” Manurung bersama ibunya Rosida Sihotang saat ditemui Tribun-Medan.com di rumahnya di Balige, Senin (21/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Juara I One Pride MMA Indonesia, Adi Rominto Manurung yang akrab disapa “Popay” mengaku bangga memiliki ibu yang kesehariannya penjual pohul-pohul, makanan khas Batak Toba. 

“Saya bangga punya ibu yang bisa menjadi ayah dan ibu sekaligus bagi kami. Dia adalah perempuan yang sempurna bagi saya. Perjuangannya menghidupi dan menyekolahkan kami patut menjadi contoh dan teladan hidup,” katanya kepada Tribun-Medan.com, Senin (21/12/2020).

Sebagai seorang anak penjual pohul-pohul, Adi mengaku melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perjuangan seorang ibu menyekolahkan tujuh anaknya.

Teladan ini membuatnya tetap semangat berlatih walau dengan biaya minim. Dirinya menggunakan uang pribadi selama proses latihan hingga bertanding. 

Kepiawaiannya dalam seni beladiri wushu mampu mengantarkannya pada kejuaraan One Pride MMA Indonesia dengan mengantongi Juara I One Pride MMA Indonesia di Jakarta, Sabtu (19/12/2020).

Sebagai bentuk motivasi kepada ibunya, postingannya di media sosial selalu dihubungkan dengan keseharian ibunya, penjual pohulpul. Ia membuat hastag #pohulpohulborusihotang.

Kebanggaannya kepada ibunda tercinta tercermin pada melalui tindakannya yang langsung pulang ke kampung halaman usai bertanding.

“Begitu selesai pertandingan kemarin malam, saya langsung berangkat menjumpai ibu dan keluarga di kampung halaman ini, Balige. Bagi saya, doa ibu mujarab dan senantiasa menemani saya dalam perjalanan karir,” sambungnya.

Sang ibu, Rosida Sihotang, prestasi yang telah diperolehnya hari ini tidak lepas dari perjuangan suaminya Dapot Manurung yang telah tiada 11 tahun lalu. Bersama abang-kakak, dia senantiasa mendapat dukungan dan doa agar tetap bisa melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. 

“Suami saya seorang penarik becak di Balige ini, saya penjual pohul-pouhul. Saya biasanya berkeliling Balige ini sejak pagi hari. Bagaimanalah agar bisa semua anakku sekolah, kadang berhutang pun saya lakukan. Semuanya untuk anakku,” ujar Rosida Sihotang sambil mengusap air matanya. 

Sembari menggeluti seni beladiri wushu, Adi Rominto Manurung berhasil menyelesaikan sarjananya di Universitas Negeri Medan (Unimed) di Fakultas Ilmu Olahraga.  Walau sudah miliki segudang prestasi, Adi Rominto Manurung tetap membantu ibunya membuat pohul-pohul.

Hingga saat ini, Rosida Sihotang tetap bekerja sebagai penjual pohul-pohul. Ia berkeliling di kawasan Kota Balige sambil membawa jualannya. Hasil kerigatnya selama ini, ia yakini memiliki hikmah.

“Anak-anakku semuanya penurut. Aku bangga dan tetap berdoa agar mereka ini sukses. Hanya itu yang bisa kubuat,” tuturnya sambil menyeka air mata. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved