Breaking News:

Persiapan Belajar Tatap Muka, Plt Kadisdik Sumut Sidak Tiga Sekolah, Ini Penilaian Lasro Marbun

Jelang pembelajaran tatap muka 2021, Plt Kadis Pendidikan Sumut, Lasro Marbun melakukan sidak ke tiga SMA di Simalungun dan Siantar.

Kartika / Tribun Medan
Kegiatan pelaksanaan Psikotes siswa baru SMAN 5 Medan dalam pemilihan jurusan dengan protokol kesehatan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang pembelajaran tatap muka 2021, Plt Kadis Pendidikan Sumut, Lasro Marbun melakukan sidak ke tiga SMA di Simalungun dan Siantar, Jumat (19/12/2020) lalu.

Dari tiga sampel sekolah yang ia tinjau, ternyata Lasro menuturkan bahwa tiga sekolah tersebut masih perlu melakukan persiapan matang lantaran ada beberapa regulasi prokes yang belum terlaksana.

"Kemarin saya ke tiga sekolah dan ternyata masih belum memadai untuk belajar tatap muka. Padahal laporan ke saya sudah siap melalui pesan WA," ungkap Marbun, Selasa (22/12/2020).

Adapun hasil yang didapat Marbun terkait sidak ke tiga tersebut diantaranya terdapat di sebuah SMA di Siantar yang belum memadai untuk kesiapan pembelajaran.

"Contoh ketidaksiapannya, jarak di dalam kelasnya belum teratur. Ruangannya belum bersih. Itu ada di Siantar. Terus pencahayaannya atau sirkulasi udaranya belum baik," ujarnya.

Diungkapkannya kebersihan ruangan setidaknya dapat mengurangi virus. Sementara perihal pencahayaan dalam ruangan setidaknya lebih dari 26°C, agar daya tahan virus dapat merosot hingga mati.

Oleh karena itu, Marbun menuturkan persiapan sekolah akan terus dipantau dan diharapkannya selesai pada 31 Desember 2020 mendatang.

Ia pun mengimbau kepada setiap sekolah untuk memperhatikan prasyarat bagi sekolah untuk menerapkan belajar tatap muka.

"Pertama, kepada seluruh kepala sekolah sesuai dengan kewenangan provinsi supaya tidak main main dengan persiapan belajar langsung 2021," tegas Marbun.

Kemudian, ia menuturkan bahwa begitu pernyataan pemerintah belajar tatap muka diperbolehkan maka kepala sekolah dan jajarannya harus bisa memastikan, perlindungan, keselamatan, kehidupan, dan kesehatan, seluruh yang ada di sekolah.

"Untuk itu dengan menerapkan Prokes dan menyediakan masker, hand sanitizer, tepat cuci tangan dll. Ketiga, pihak sekolah jangan main-main dengan keadaan ini. Karena ini nyata dan cukup serius. Lebih baik kita mencegah dari pada mengobati," pungkas Lasro.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved