Breaking News:

Populasi Babi di Simalungun Jelang Natal dan Tahun Baru Hanya 14 Ribu Ekor

Meroketnya harga babi disebabkan adanya supply and demand yang tak seimbang. Badai African Swine Fever (ASF) ditengarai menjadi penyebabnya.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Internet
ILUSTRASI ternak babi. 

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Seiring mendekati Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 2021, harga daging babi potong di Kabupaten Simalungun terus merangkak naik.

Kenaikan ini tentunya memicu kurangnya daya beli masyarakat untuk menyuguhkan panganan babi pada momen spesial saat ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Kabupaten Simalungun, Pardomuan Sijabat mengakui meroketnya harga babi disebabkan adanya supply and demand yang tak seimbang. Badai African Swine Fever (ASF) ditengarai menjadi penyebabnya.

"Tahun lalu kita dihadapkan pada masalah virus ASF. Ini belum ada vaksinnya, sehingga ternak babi milik warga dan perusahaan banyak yang mati. Alhasil pertumbuhan populasi babi pun melambat," ujar Pardomuan, Rabu (23/12/2020).

Pria yang berpengalaman di dunia pertanian ini menyampaikan, ia dan anggota telah melakukan pendataan jumlah babi di kalangan peternak dan perusahaan ke seluruh antero Simalungun pekan lalu.

Ditemukan data jumlah babi yang hanya mencapai 14.311 ekor.

Dari 14.311 ekor babi di 32 Kecamatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan memperkirakan ketersediaan daging hanya 48,296 ton. Tergolong jauh bila melihat ketersediaan babi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Sebelum terkena virus ASF ini, populasi babi kita mencapai tiga kali lipatnya atau sekitar 40 ribuan ekor," ujar Pardomuan.

Pardomuan menjelaskan, rata-rata harga babi hidup (bh) di tingkat peternak adalah Rp 54.419/kilogram.

Kemudian usai disembelih, sortir jeroan hingga menjadi daging babi potong, harga tersebut akan meningkat di level konsumen, dengan banderol rata-rata Rp 104.844. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved