Breaking News:

Polres Langkat Buru Aktor Intelektual 48 Preman, Bupati Terbit: Saya dan Masyarakat Terus Dukung

Bupati Terbit mengungkapkan, pihaknya akan terus mendukung perburuan dalang intelektual 48 preman Binjai yang menganggu keamanan Kabupaten Langkat.

DOK. Pemerintah Kabupaten Langkat
Gelaran Apel Pasukan Operasi Lilin Toba 2020 yang digelar oleh Polisi Resor (Polres) dan Tentara Nasional Indones (TNI) Kabupaten Langkat. 

TRIBUN-MEDAN.com – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat akan terus mendukung pengejaran aktor intelektual dari 48 preman di Kota Binjai.

“Saya dan masyarakat Langkat akan terus mendukung pengejaran aktor intelektualnya, agar aksi premanisme tidak terulang lagi,” kata Terbit dari kediaman pribadinya, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat, Kamis (24/12/2020).

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor (Polres) menggelar konferensi pers di Markas Polisi Resor (Mapolres) Langkat,  Stabat, Selasa (22/12/2020).

Adapun, konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0203 Langkat Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Bachtiar Susanto dan Danyon Marinir Imam Supriyanto.

Dalam keterangannya, Polres Langkat menyampaikan pihaknya berhasil mengamankan 48 preman dari Kota Binjai yang datang ke wilayah hukum Langkat.

“Mereka ini dalam perjalanan menuju Padang Tualang dengan membawa 32 senjata tajam seperti pisau, kapak, samurai, dan gunting,” kata salah satu perwakilan Polres dalam konferensi pers.

Lebih lanjut, Terbit juga mengapresiasi tindakan heroik Kepala Polres (Kapolres) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edi Suranta Sinulingga yang berhasil mencegah kekerasan yang terjadi dalam proses penangkapan tersebut.

“Saya mewakili Pemkab Langkat dan masyarakat memberikan apresiasi kepada Kapolres Langkat beserta jajaran dan juga kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah bertaruh nyawa,” jelasnya.

Sebab, lanjut Terbit, kehadiran 48 preman asal Binjai tersebut dinilai meresahkan warga dan mengganggu keamanan di Kabupaten Langkat.

“Mari bersama-sama kita mendoakan keberhasilan Polres Langkat dan TNI beserta jajaran dalam mengungkap aktor intelektual di balik premanisme ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, penangkapan 48 preman ini dilakukan dalam rangka penegakan hukum di Kabupaten Langkat.

Lebih jauh, aksi perburuan aktor intelektual ini dimaksudkan untuk mencegah aksi-aksi teror di wilayah Langkat.

Dari 48 preman tersebut, diketahui terdapat 11 orang yang dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1955 dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

Penulis: AMALIA PURNAMA SARI
Editor: AMALIA PURNAMA SARI
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved