Breaking News:

Program Penyegaran Pelatih Pelatda PON Sumut Bergulir dengan Berbasis Data

Agung mengatakan, membentuk manusia itu tidak bisa satu kali pertemuan dan sentuhan saja. Apalagi membentuk atlet berprestasi.

TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
WAKIL Ketua I KONI Sumut, Agung Sunarno (dua dari kiri depan) saat berfoto bersama pascapenataran pelatih Pelatda PON. 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Wakil Ketua I KONI Sumut, Agung Sunarno mengatakan, program penyegaran pelatih Pelatda PON Sumut terus bergulir dengan berbasiskan data. 

Agung mengatakan, membentuk manusia itu tidak bisa satu kali pertemuan dan sentuhan saja. Apalagi membentuk atlet berprestasi.

"Hari ini, besok, lusa dan seterusnya, marilah kita belajar dan terus belajar," kata Guru Besar Olahraga Unimed tersebut.

Agung mengingatkan, kegiatan penyegaran pelatih yang berlangsung di Aula KONI Sumut selama empat hari itu berdasarkan data hasil tes fisik tahap kedua atlet Pelatda PON Sumut pada minggu kedua Desember 2020.

"Kita sudah lakukan tes tahap kedua, tentu dengan memberlakukan sistem degradasi. Mulai 1 Januari 2021 akan keluar SK Baru Pelatda dan akan ada tes lagi bulan April 2021," ujarnya, Sabtu (26/12/2020).

Dirinya mengharapkan para pelatih yang telah mengikuti penataran dapat menularkan pemahaman dan pengalamannya kepada para pelatih lainnya, terutama untuk kepentingan pelatda jangka panjang menuju PON 2024.

"Mulai 1 Juli 2021 akan ada Pelatda jangka panjang untuk atlet lapis kedua. Prediksinya akan masuk 400 atlet dan nantinya pasti terus bertambah, demikian pula dengan pelatihnya," tegas Prof Agung.

Sebelumnya Ketua Panitia Basyaruddin Daulay mengatakan, penataran itu berlangsung empat hari pada 19-22 Desember 2020, yang diikuti 53 pelatih dari 28 cabang olahraga Sumut yang lolos PON XX Papua.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang merupakan pelatih berpengalaman nasional sekaligus dosen dari UNJ Jakarta, yakni Iman Sulaiman Zamzami dan  Oktavianus Matakupan.

"Selama empat hari kegiatan, enataran kemarin rasanya paling berkesan. Sebab semua pesertanya begitu tekun, sehingga saat jam makan pun mereka sering lupa,” ungkap Oktav. 

Menurut mantan pelari 400 dan 800 meter itu, metode pelatihan mereka belum pernah diterapkan di tempat lain dan merupakan handycap nasional.

"Semoga pesertanya dua langkah lebih maju. Dunia pelatihan itu sederhana saja. Semuanya dimulai dari data, dievaluasi dengan data dan dieksekusi dengan data,” beber Oktav.

"Ini tonggak awal bagi pelatih Sumut dan mereka sedang memasuki masa transisi berbasis data. Tapi semangat mereka luar biasa untuk itu," pungkasnya.(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved