Breaking News:

Akibat Wabah Virus Corona, Bank Sperma Kekurangan Donasi hingga Ditemukannya Covid-19 di Sperma

Wabah Covid-19 telah membuat salah satu bank sperma di bagian barat daya China mengalami kekurangan persediaan akan sperma. 

Editor: Abdi Tumanggor
THINKSTOCKS/FRENTUSHA
Inseminasi buatan, sperma dipertemukan dengan sel telur. (THINKSTOCKS/FRENTUSHA) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah bank sperma di bagian barat daya China mendesak warga berjenis kelamin laki-laki di negara itu untuk 'mendonasikan' sperma mereka setelah kekurangan besar yang terjadi akibat wabah virus corona.

Melansir Daily Mail, wabah Covid-19 telah membuat salah satu bank sperma di bagian barat daya China mengalami kekurangan persediaan akan sperma

Bank sperma itu berada di sebuah klinik kesuburan di Provinsi Yunan.

Mereka mengaku sangat berjuang untuk mendapatkan donasi sperma untuk menolong banyak pasangan yang ingin mendapatkan keturunan.

Banyak relawan yang biasanya mendonasikan sperma kini berkurang drastis akibat wabah.

Selain jumlah relawan yang menyusut, menurut dokter di klinik tersebut, permasalahan terbesar lainnya adalah hanya sekitar 20 persen dari sperma yang didonasikan, yang sesuai dengan kualifikasi.

Donasi sperma digunakan untuk membantu orang-orang membangun keluarga baru ketika mereka tidak bisa memiliki anak kandung.

Misalnya terjadi pada beberapa kasus seperti, jika seorang pria dinyatakan mandul, jika kedua orangtua adalah pasangan sejenis (wanita) atau jika ada seorang wanita yang ingin memiliki anak tanpa menikah.

 

Fasilitas kesehatan itu mengatakan bahwa mereka hanya bisa membantu 30 pasang orangtua dengan jumlah sperma yang mereka miliki.

Sejauh ini hanya 170 orang yang mendaftar sebagai relawan, hampir 60 persen lebih sedikit dari tahun lalu sekitar 400 relawan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved