Breaking News:

Liburan Akhir Tahun di Sumut

Dampak Pandemi, Omzet Penjual Bunga Musiman Untuk Ziarah di Berastagi Menurun

Setiap memasuki Natal dan tahun baru, di sebagian titik di Kecamatan Berastagi selalu ramai dengan kehadiran pedagang bunga segar.

Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Suasana lapak pedagang bunga musiman di Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Berastagi, Minggu (27/12/2020).. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Setiap memasuki Natal dan tahun baru, di sebagian titik di Kecamatan Berastagi selalu ramai dengan kehadiran pedagang bunga segar.

Para pedagang dari berbagai wilayah di Kabupaten Karo ini, mencoba peruntungannya dengan menjual bunga untuk kebutuhan ziarah ke makam para kerabatnya.

Amatan www.tribun-medan.com, lokasi yang selalu ramai menjadi lapak pedagang musiman ini, berada di Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Berastagi. Lapak yang terbuat dari bahan sederhana seperti bambu dan terpal ini, berjajar rapih di pinggir jalan yang di setiap lapaknya sudah dipenuhi dengan berbagai jenis bunga.

Namun, di masa pandemi penyebaran virus corona (Covid-19) seperti saat ini, membuat penghasilan dari para pegangan bunga musiman ini menjadi berkurang. Kondisi ini, lantas menjadi keluhan tersendiri bagi para pedagang yang mencoba peruntungannya menambah pundi-pundi uang.

Salah satu pedagang yang ditemui Susanti br Sembiring, mengungkapkan jika omset penjualannya pada tahun ini cukup menurun drastis. Dirinya mengatakan, biasanya beberapa hari membuka lapak saja sudah banyak masyarakat baik dari seputar Kabupaten Karo maupun dari luar yang pulang kampung singgah membeli bunga sebelum melakukan ziarah.

Ia menjelaskan, dirinya mulai membuka lapak pada 20 Desember, dan biasanya di tanggal 23 Desember sudah banyak masyarakat yang membeli dagangannya.

Namun, sampai mendekati tahun baru pembeli masih dirasa sepi.

"Berbeda kali tahun ini sama tahun lalu nakku. Biasanya beberapa hari buka saja, sudah ramai yang beli. Ini sudah mau tahun baru, masih biasa saja yang beli, ya mungkin karena pandemi ini," ujar Susanti, saat ditemui di lapak dagangannya, Minggu (27/12/2020).

Susanti mengaku, jika biasanya saat tahun-tahun lalu ia bisa mengantongi omset setiap harinya sekitar satu juta hingga satu setengah juta per hari. Namun, di masa pandemi yang membuat daya beli masyarakat menurun ia bahkan hanya mampu mengumpulkan uang sebesar lima ratus ribu rupiah per harinya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved