Breaking News:

Dasril Nasution Ditemukan Tewas dengan Posisi Tergantung di Penyangga Tiang Bangunan

Kepala Lingkungan setempat, Jalo Marganda Silaban mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diperoleh dari seorang penjaga lapangan golf.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS Polres Tapteng dan Polsek Pandan melakukan olah TKP terhadap jasad Dasril Nasution (28) di Lingkungan III, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Warga Perumnas Kalangan Lingkungan III, Kelurahan mangga II, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah dihebohkan dengan jasad pria yang tewas tergantung, Minggu (27/12/2020).

Kepala Lingkungan setempat, Jalo Marganda Silaban dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diperoleh dari seorang penjaga lapangan golf.

"Pagi-pagi tadi datang warga melapor kepada saya, ada seorang pria ditemukan tergantung dilapangan golf, atas dasar informasi tersebut kami langsung menuju kelokasi dan ditemukan korban sudah tidak bernyawa,"sebutnya.

Jalo mengatakan, penjaga lapangan golf pertama kali menemukan korban pada pukul 07.00 WIB. Menurut keterangan warga, korbanmerupakan  warga Lingkungan Mangga II yang yang mengalami gangguan jiwa.

Pria tersebut meninggal dengan kondisi tragis yang mana leher dalam keadaan terikat tali nilon serta tergantung pada penyangga tiang bangunan.

Melihat korban tak bernyawa dengan kondisi lidah terjulur, Kepling langsung menghubungi Polsek Pandan .

"Melihat kondisi jasad pria yang menggunakan kaos berwana putih sudah tidak bernyawa kami langsung menghubungi pihak Polsek Pandan,"ujarnya.

Posisi badan korban bersandar di tiang kayu, sedangkan kedua lututnya tertekuk di lantai bangunan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban kerap terlihat terlihat di lokasi kejadian.

Kasubbag Humas Polres Tapteng, Iptu Horas Gurning dihubungi Tribun-Medan.com membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan, pria tersebut bernama Dasril Nasution, berusia 28 tahun. Dasril sehari-hari tinggal bersama keluarganya.

Kata Horas, Pihak kepolisian dari Polres Tapteng dan Polsek Pandan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui kepastian penyebab kematian korban.

Evakuasi disaksikan langsung adik kandung dan ibunya. Dugaan sementara, korban tewas karena bunuh diri.

Setelah dilakukan, evakuasi ke RSUD Pandan guna untuk autopsi, korban diserahkan kepada keluarganya. Menurut informasi yang digali polisi dari keluarga, korban memang dalam keadaan defresi.

Dua tahun sebelumnya korban telah mencoba melakukan bunuh diri, namun berhasil digagalkan keluarganya.

"Kalau keterangan dari adik kandungnya sudah pernah mau bunuh diri, tapi berhasil digagalkan adiknya,"terang Iptu Horas Gurning.(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved