Breaking News:

Penukaran Terakhir untuk Enam Pecahan Uang Kertas Berakhir Besok, Ini Daftar Uangnya

Penukaran uang dapat dilakukan ke loket penukaran kantor BI terdekat di seluruh Indonesia. 

Tribun Medan/Natalin Sinaga
PENUKARAN uang di Kantor Perwakilan BI Sumatra Utara beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia (BI) mengingatkan bagi masyarakat yang memiliki enam pecahan uang kertas Rupiah Tahun Emisi 1968, 1975, dan 1977 untuk dapat menukarkannya.

Penukaran dapat dilakukan ke loket penukaran kantor BI terdekat di seluruh Indonesia. 

"Penukaran ini hingga batas waktu tanggal 28 Desember 2020. Enam pecahan uang kertas ini telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.20/54/KEP/DIR tanggal 4 Maret 1988, dan masih dapat ditukarkan hingga batas waktu tersebut," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (27/12/2020).

Adapun enam pecahan uang kertas tersebut antara lain Rp100 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman), Rp500 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman), Rp1000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Pangeran Diponegoro).

Selain itu Rp5000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Nelayan), Rp100 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Badak bercula satu), Rp500 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Rachmi Hatta dengan Anggrek Vanda).

"Penukaran uang Rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut dibuka setiap hari Senin-Jumat, pukul 08.00-11.30 waktu setempat, kecuali pada tanggal 24 hingga 25 Desember 2020 sesuai jadwal operasional BI yang berlaku jelang Natal dan Akhir Tahun 2020," katanya.

Informasi selengkapnya mengenai daftar uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran dapat dilihat pada https://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/instrumen/uang-yang-dicabut. 

"BI secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang Rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved