Pemkab Deliserdang Pastikan Belajar Tatap Muka Segera Digelar, Kadis Pendidikan: Tanggal Belum Pasti

Pemkab Deliserdang memastikan untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka pada semester genap tahun 2021.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/INDRA
KADIS Pendidikan Deliserdang, Timur Tumanggor ketika diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemkab Deliserdang memastikan untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka pada semester genap tahun 2021.

Pada saat ini jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang pun masih mematangkan konsepnya. Hal ini dilakukan agar apa yang ditakutkan seperti penyebaran Covid-19 bisa diantisipasi.

"Masih terus kita kaji sampai saat ini. Kalau untuk tingkat SMA sederajat ya menunggu Provinsi lah. Kalau SMP sampai TK memang keputusan ada di kita," ujar Juru Bicara Satgas penanganan Covid-19 Deliserdang, Haris Binar Ginting Senin, (28/11/2020). 

Kadis Pendidikan Deliserdang, Timur Tumanggor yang diwawancarai pun tidak membantah kalau pelaksanaan belajar tatap muka akan dilaksanakan tahun mendatang.

Meski demikian ia belum dapat menjabarkan bagaimana sedikit konsep yang sudah mereka buat. Karena belum siap belum bisa untuk dipublikasikan.

"Yang jelas jadi tatap mukanya. Tanggalnya belum pasti tanggal berapa kita mulai. Belum bisa disebut tanggal berapa. Sedang dibuat konsepnya. Nanti kita umumkan juga kalau sudah siap," kata Timur. 

Apa yang diucapkan oleh Timur Tumanggor ini sekaligus membantah isu yang beredar kalau kegiatan tatap muka di sekolah pasti akan dilakukan di awal pembukaan semester genap yakni pada 4 Januari mendatang.

Banyak orang tua siswa yang sebelumnya berkeyakinan kalau kegiatan tatap muka dilakukan Dinas Pendidikan pada awal tahun.

Saat ini beragam pendapat yang disampaikan orangtua siswa di Deliserdang ketika ditanyai komentarnya atas kegiatan belajar tatap muka.

Beberapa diantaranya mengaku sudah membuat pernyataan kepada pihak sekolah apakah setuju untuk melaksanakan tatap muka atau tidak.

Meski ada yang setuju namun ada juga yang mengaku belum setuju.

Gunawan Syahputra yang mempunyai dua orang anak yang masih sekolah masing-masing di SMA 2 Lubukpakam dan SMP 1 Beringin mengaku belum setuju untuk pelaksanaan belajar tatap muka. 

"Waktu pembagian rapot kemarin itu kita disuruh buat pernyataan setuju atau tidak. Katanya itu untuk menjaring bagaimana pengakuan orangtua. Kalau katanya lebih banyak yang setuju bisa dibuka tapi kalau enggak ya enggak dilakukan. Kalau aku sih kubuat belum setuju," kata Gunawan.

Warga Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam ini mengakui kalau sebenarnya dua orang anaknya sendiri ingin sekali belajar tatap muka.

Hal ini lantaran sudah lama sekali mereka belajar daring sehingga sudah bosan. Meski memaklumi permintaan anak namun ia juga mengaku tidak ingin anaknya menjadi korban. 

"Kalau ada rekomendasi Satgas Covid ya saya setuju. Sampai sekarang kan belum ada rekomendasinya apa. Yang paling paham situasi sekarang ini kan Satgas. Kalau rekomendasi Satgas belum ya kita juga sebagai orang tua enggak mau ngasih lah anak untuk ikuti tatap muka," kata Gunawan.

(dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved