Breaking News:

Apresiasi Kegiatan Sastra, Plt Wali Kota Medan Berharap Masyarakat Bisa Bangun Peradaban Baru

Dalam sambutannya Akhyar mengungkapkan, bahwa ia sangat konsen dan memberikan perhatian terhadap pengembangan sastra.

Dok. Humas Pemkot Medan
Plt Wali Kota Medan saat menghadiri acara “Omong-omong Sastra” sekaligus peluncuran buku antologi puisi “Sajak Ulat Bulu” karya Suyadi San di Sanggar Generasi, Jalan Garu II B Gang Mushola, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (27/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mengapresiasi acara peluncuran buku antologi puisi Sajak Ulat Bulu karya Suyadi San.

Melalui peluncuran buku ini, Akhyar berharap nilai-nilai luhur seni dan budaya lokal Tanah Air akan semakin mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia.

“Dengan begitu, seluruh masyarakat akan terus bisa bertahan menghadapi perubahan zaman yang semakin luar biasa ini,” ujarnya.

Apresiasi ini disampaikan Akhyar saat menghadiri acara Omong-omong Sastra sekaligus peluncuran buku antologi puisi Sajak Ulat Bulu karya Suyadi San di Sanggar Generasi, Jalan Garu II B Gang Mushola, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (27/12/2020).

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Medan Adlan, Camat Medan Amplas Edy Mulia Matondang, Pendiri Omong-omong Sastra Shafwan Hadi Umry, penulis buku antologi puisi Sajak Ulat Bulu Suyadi San, serta dua orang narasumber, yakni Ys Rat dan Rosliani.

Dalam sambutannya, Akhyar mengungkapkan, pihaknya memberikan perhatian terhadap pengembangan sastra.

Menurutnya, sastra dapat melahirkan peradaban baru yang bisa terus digali dan dibangun oleh manusia.

"Tanpa adanya karya sastra seperti puisi, novel, syair atau yang lainnya dunia ini hampa," ucap Akhyar, seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Medan terima, Senin (28/12/2020).

Akhyar mengaku, salah satu bait puisi dari Chairil Anwar yang menginspirasi hidupnya yakni "sekali berarti sesudah itu mati".

Bait tersebut, sambung Akhyar, memiliki arti bahwa setiap manusia harus bermakna bagi kehidupan orang lain. Sebab, tujuan hidup seseorang yang sebenarnya adalah menjadi manusia yang berarti bagi manusia lainnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Nur Hayati (CM)
Editor: Amalia Purnama Sari (CM)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved