Breaking News:

Angka Perceraian di Usia Pernikahan Muda di Binjai Tinggi, Narkoba dan Ekonomi Jadi Pemicu

Pengadilan Agama Kota Binjai menerima gugatan cerai sebanyak 583 perkara hingga akhir penutupan tahun 2020, Senin (28/12/2020). 

TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
GEDUNG Pengadilan Agama Negeri Binjai di Jalan Sultan Hassanuddin, Binjai, Senin (28/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Perceraian di usia pernikahan muda terbilang tinggi di Kota Binjai. Pengadilan Agama Kota Binjai menerima gugatan cerai sebanyak 583 perkara hingga akhir penutupan tahun 2020, Senin (28/12/2020). 

"Hingga menjelang penutupan akhir tahun kami tangani 583 perkara gugatan cerai. Jumlah tersebut ada yang diterima tahun ini dan tahun lalu pada 2019," kata Humas PA Binjai, Khoiruddin Hasibuan. 

Usia pernikahan muda yang mendaftar cerai terbilang mendominasi, yakni pada usia 20 sampai 35 tahun. Kemudian disusul alasan faktor ekonomi lemah, dihukum suaminya, dan poligami.

"Cerai usia muda banyak, dan juga ada yang berusia 35 tahun ke atas, tapi lebih banyak di bawah 35 tahun," katanya. 

Selain usia muda dan ekonomi, faktor yang mempengaruhi jumlah perkara cerai talak dan gugat cerai masuk dilatarbelakangi karena faktor narkoba. Hubungan berumah tangga suami istri hancur dipicu narkotika hingga tidak harmonis dan terpuruknya ekonomi, diikuti oleh sering cekcok.

"Dari 583 ada 543 perkara yang masuk karena alasan tidak ada keharmonisan berumah tangga antara pasangan suami istri. Alasan tidak ada keharmonisan beragam, tapi mendominasi narkoba yang disusul kesulitan ekonomi apalagi karena Covid-19," ujarnya.

Selain itu, permohonan gugat cerai (dari pihak perempuan) masuk karena suami dianggap tidak bertanggung jawab menafkahi, pergi meninggalkan istri tanpa sebab dan alasan. Bahkan ada beberapa perkara karena suami malas-malasan (menganggur). 

Informasi dihimpun Tribun-Medan.com, Pengadilan Agama Binjai mencatat 115 perkara cerai talak (dilayangkan pihak laki-laki). Dengan rincian pada tahun ini 108 perkara dan sisanya perkara tahun lalu. 

Sedangkan cerai gugat yang diterima PA Binjai sebanyak 468 perkara. Dengan rincian, 447 perkara tahun ini dan 21 perkara tahun lalu.

Khoiruddin menguraikan, Pengadilan Agama Binjai sudah menjatuhi keputusan terhadap semua perkara cerai talak. Rinciannya, 10 perkara dicabut, 103 perkara dikabulkan dan masing-masing satu perkara ditolak dan tidak diterima.

Untuk cerai gugat, Pengadilan Agama Binjai sudah menjatuhi keputusan terhadap 465 perkara. Rinciannya, 32 perkara dicabut, 424 perkara dikabulkan, dua perkara ditolak, satu perkara tidak diterima dan empat perkara digugurkan. (dyk/Tribun-Medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved