Breaking News:

Kisruh Pembayaran Film Janji La Surung, Bupati Karo Sarankan Film Diputar Agar Dapat Pemasukan

Bupati Karo Terkelin Brahmana turut angkat bicara mengenai permasalahan yang menyangkut film dengan latar belakang budaya Karo ini.

Tribun-Medan.com
Bupati Karo Terkelin Brahmana, saat ditemui di kawasan Rumah Dinas Bupati Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Perdebatan antar kru film janji la surung karya sineas muda Kabupaten Karo dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Karo Robert Peranginangin, hingga saat ini tak kunjung selesai.

Kisruh yang berlarut ini, diketahui masih tetap membahas mengenai janji Robert kepada para kru untuk memberikan bantuan dana untuk produksi film tersebut.

Karena tak kunjung mendapatkan titik terang, kemarin belasan kru film ini kembali mendatangi Robert yang diketahui sebagai bagian dari manajemen. Namun, dari pertemuan kemarin ternyata kedua belah pihak tak kunjung mendapatkan hasil.

Menanggapi hal ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana turut angkat bicara mengenai permasalahan yang menyangkut film dengan latar belakang budaya Karo ini. Dirinya mengatakan, kemarin ia juga sudah sempat ikut berdiskusi dengan kedua belah pihak untuk mengetahui seperti apa inti permasalahan yang ada.

"Ya kita juga telah mendengarkan seperti apa yang terjadi, ternyata ada miss komunikasi baik dari kru film maupun dari Kadispora. Makanya akan kita mediasi untuk mencari solusi yang terbaik," ujar Terkelin, Selasa (29/12/2020).

Terkelin mengungkapkan, dirinya selaku pimpinan Pemerintah Daerah (Pemda) berkewajiban untuk menampung aspirasi dan mencarikan solusi yang terbaik jika ada permasalahan. Dirinya menyebutkan, setelah mendengarkan aspirasi dari kedua belah pihaknya ia menyarankan agar film yang murni mengangkat kearifan lokal Karo ini agar diputar kembali.

"Kalau saran kita, agar film ini diputar kembali dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Dari pemutaran ini, kita bisa mendapatkan uang yang nantinya bisa menutupi tagihan yang masih ada," ucapnya.

Terkelin juga mengatakan, dengan masih adanya tagihan yang ditanggung oleh para kru pihaknya menyarankan hasil pendapatan dari pemutaran film tersebut ditujukan untuk menutupi tagihan tersebut. Namun, saran ini juga masih belum diterima maka nantinya akan dicari solusi lain untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Seorang kru film ini Jeremia Ginting, mengungkapkan pihaknya tidak setuju jika master film ini diminta oleh pihak Dispora untuk diputar. Pasalnya, dengan perlakuan yang telah diterima mereka sampai saat ini dianggap jika pihak dari Robert tidak menunjukkan jika memiliki itikat baik.

"Kami tidak setuju, karena belum ada kesepakatan dan belum ada itikat baik," katanya.

Jeremia mengatakan, hingga audiensi yang dilakukan kemarin pihaknya belum juga mendapatkan kesepakatan dan belum mendapatkan titik terang. Dirinya mengatakan, jika nantinya pihak dari Robert tidak juga memenuhi janjinya untuk membayar sejumlah uang yang telah dijanjikan maka pihaknya akan mencoret Robert dan manajemen lainnya.

"Kalau memang tidak ada itikat baik, kami terpaksa akan ke jalan untuk memasarkan film ini sendiri tanpa ada campur tangan dari Pemkab," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved