Breaking News:

KPPU Tangani Kasus Dugaan Pelanggaran Kemitraan Inti Plasma di Sektor Perkebunan

Tahun ini, hingga minggu keempat Desember 2020, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menangani 36 perkara.

Daniel Prabowo/KONTAN
Kantor KPPU 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Tahun ini, hingga minggu keempat Desember 2020, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menangani 36 perkara.

Sebanyak 17 diantaranya merupakan kasus pelanggaran persaingan usaha, sementara 11 merupakan perkara keterlambatan pemberitahuan merger dan akuisisi serta 8 perkara pelanggaran pelaksanaan kemitraan.

"Dari jumlah perkara tersebut, telah dihasilkan 15 putusan perkara," ujar Ketua KPPU, Kodrat Wibowo, Selasa (29/12/2020).

Ia menjelaskan jumlah putusan tersebut dari sisi jumlah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019, dikarenakan penghentian sementara penanganan perkara yang dilakukan di masa awal pandemi Covid-19 dan mengakibatkan beberapa perkara masih berada pada Tahap Pemeriksaan Majelis Komisi.

Berbeda halnya dengan sisi litigasi. Hingga saat ini, 72 persen putusan KPPU (yakni 168 putusan) telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Jumlah ini berada di atas target yang ditetapkan, yakni 62 persen. Seluruh putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut, berkontribusi bagi pendapatan Negara hingga Rp864 miliar.

Khusus bagi tahun 2020, total realisasi pendapatan negara dari denda persaingan usaha telah mencapai Rp 35,9 miliar.

Dari sisi penerimaan laporan dugaan pelanggaran dari publik, terdapat penurunan penerimaan laporan dugaan pelanggaran sebesar 31,3 persen pada tahun ini, jika dibandingkan tahun 2019.

Tahun lalu, laporan publik yang masuk mencapai 134 laporan, sementara tahun ini mencapai 82 laporan.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved