Breaking News:

Dampak Pandemi, Okupansi Hotel di Berastagi Jelang Libur Tahun Baru Menurun

Menjelang libur panjang akhir tahun 2020 dan menyambut tahun baru 2021, okupansi sejumlah hotel di Berastagi hingga saat ini mencapai 80 hingga 90%

Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Suasana Hotel Sinabung Hills Berastagi, Rabu (30/12/2020). Dampak pandemi, okupansi hotel jelang libur tahun baru menurun. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Menjelang libur panjang akhir tahun 2020 dan menyambut tahun baru 2021, okupansi sejumlah hotel di Berastagi hingga saat ini mencapai 80 hingga 90 persen.

Diketahui, angka ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, terlebih saat ini pandemi penyebaran virus corona (Covid-19) masih ada.

Manajer Operasional Hotel Sinabung Hills Berastagi Syahriadi, mengungkapkan jika okupansi yang ada sampai saat ini terbilang rendah. Dirinya mengatakan, pada tahun ini pihaknya juga melihat jika jumlah pemesanan kamar hotel cukup menurun dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau sampai saat ini, okupansi di hotel kita mencapai 85 persen. Ya kalau kita lihat, tahun ini cukup menurun sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya," ujar Syahriadi, Rabu (30/12/2020).

Syahriadi menjelaskan, penurunan jumlah pemesanan kamar ini diduga berdampak lurus dengan masih adanya pandemi Covid-19. Selain itu, dirinya mengatakan pihaknya melihat jika sebagian wisatawan saat ini sedang khawatir dengan adanya kondisi pandemi dan alam yang sering terjadinya bencana.

"Ya kalau kita lihat, wisatawan ini banyak yang ragu karena kondisi seperti ini. Mungkin itu yang menyebabkan sedikit turun jumlah pemesanan kamar," katanya.

Seperti diketahui, saat ini di seluruh kabupaten dan kota sudah menerapkan dan memperketat pemeriksaan bagi orang yang masuk ke suatu wilayah karena pandemi belum juga berakhir.

Terlebih, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga telah mengeluarkan surat edaran yang menetapkan bagi siapapun yang masuk ke Sumatera Utara diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid tes antigen.

"Apalagi di perbatasan-perbatasan sudah dilakukan rapid tes acak, mungkin itu juga yang membuat wisatawan jadi ragu," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved