Breaking News

Masih Simpan Ribuan Stok, Perajin Keranjang Parsel Menjerit, Omset Penjualan Menurun Drastis

Tahun ini perajin rotan harus merasakan babak belur lantaran kota Medan masih dilanda pandemi sehingga menurunkan daya beli masyarakat.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
PEMILIK Toko Pancur Simalem, Rattan saat menunggu pembeli keranjang parsel jelang perayaan tahun baru, Rabu (30/12/2020). 

Tribun-Medan.com, Medan - Jelang perayaan Tahun Baru, perajin rotan khususnya keranjang parsel di kota Medan biasanya sudah kebanjiran orderan dari dalam maupun luar kota Medan tiap tahunnya.

Namun, tahun ini perajin rotan harus merasakan babak belur lantaran kota Medan masih dilanda pandemi sehingga menurunkan daya beli masyarakat mulai dari saat Lebaran hingga perayaan Tahun Baru.

Satu diantara toko yang terdampak yaitu Toko Pancur Simalem Rattan, Jalan Gatot Subroto, No. 442 Medan. 

Pemilik toko, Jasa Ketaren mengungkapkan jelang H-2 perayaan tahun baru masih sepi pembeli.

Sebelum pandemi, toko ini mampu menjual hingga 10 ribu-15 ribu keranjang parcel untuk perayaan tahun baru, namun hingga Saat ini, Jasa baru menjual 5 ribu keranjang parsel.

"Tahun ini sepi daya beli, berkuranglah dari tahun lalu. Kalau ini sudah tidak ada harapan lagi, biasanya mulai awal Desember sudah ramai pembeli dari luar kota dan Medan. Ini paling baru 5 ribu yang terjual," ungkap Jasa, Rabu (30/12/2020)

Jelang siang hari, tampak Jasa duduk di depan toko untuk menunggu pembeli sambil sesekali merapikan kerajinan rotannya.

Untuk keranjang parsel, Jasa menjual tiga jenis parsel untuk satu tingkat, dua tingkat, dan tiga tingkat mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 30 ribu. 

Penurunan daya beli keranjang parsel ini tampaknya mencekik hampir seluruh perajin rotan di tengah pandemi.

Jasa menuturkan bahwa harga bahan baku rotan mengalami kenaikan namun berbanding terbalik dengan penjualan keranjang parsel.

"Harga bahan baku naik 10 persen malah penjualan yang tidak naik-naik. Tapi mau gimana lagi ya semoga berakhir lah Covid-19 ini, bawa sengsara. Kalau dua tahun lagi seperti ini habis kita gak bisa bertahan lagi," ujarnya.

Jasa menuturkan,  di dalam rukonya masih ada persediaan stok keranjang parsel. Namun kini, ia pasrah menuturkan bahwa keranjang ini bahkan masih bisa bertahan jelang Idul Fitri tahun depan.

"Ini di atas masih ada keranjang banyak lagi, kira-kira masih bisa itu untuk Lebaran tahun depan saking sepinya tahun ini. Untung saja ini bisa tahan kalau tidak hancurlah," tutur Jasa.

Tidak hanya Jasa, Anto perajin keranjang parsel lainnya juga turut berdampak dengan jumlah orderan yang menurun signifikan.

Ia menuturkan, biasanya jelang H-7 perayaan tahun baru, pegawainya mulai sibuk untuk mengemasi pengiriman barang hingga ke luar kota. Bahkan ia sempat bergurau jika kini pegawainya masih bisa tidur siang lantaran sepinya pembeli.

"Sepi sekali penjualan tahun ini. Biasanya kita panen kalau enggak Lebaran ya Tahun Baru. Tapi lihatlah Tahun Baru ini sedikit sekali yang beli parsel ya yang jelas karena pandemi ini juga. Biasanya kita ini sibuk udah yang layani pembeli, mengemas pengiriman tapi ini tidur siang pun masih sempat," tutur Anto.

Biasanya Anto bisa menjual sekitar 10 hingga 12 ribu keranjang parsel untuk pelanggan dalam dan luar kota Medan. Namun kini, Anto baru menjual sebanyak 4000 keranjang jelang perayaan Tahun Baru. 

"Berkurang jauhlah biasa sampai belasan ribu ini lima ribu pun tak sampai. Pembeli juga dulu dari Medan ada ini cuma dari luar Medan yang banyak. Jadi memang udah kita antisipasi nggak banyak-banyak kita produksi sekitar tujuh ribuan saja," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved