Breaking News:

Oknum Polisi Jadi Pengedar, Jaksa-Hakim di Siantar Justru Tuntut dan Vonis Jadi Pemilik dan Pengguna

Putusan ini menuai kontra lantaran status Indra Jaya Saragih yang sebelumnya pengedar, justru dituntut dan divonis sebagai pemilik.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
OKNUM polisi Aipda IJS dan ketiga terdakwa lainnya jalani sidang kasus narkotika di PN Siantar, Senin (26/10/2020) secara virtual 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Oknum polisi dari Polsek Dolok Pardamean, Aipda Indra Jaya Saragih akhirnya divonis lima tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar yang dipimpin Vivi Siregar, Senin (21/12/2020) lalu. 

Namun belakangan, putusan ini menuai kontra lantaran status Indra Jaya Saragih, yang pada konferensi pers BNN Pematangsiantar adalah pengedar, justru dituntut dan divonis sebagai pemilik atau pengguna.

Dalam sidang yang berlangsung Senin (26/10/2020), dua staf BNN Kota Pematangsiantar yang ikut dalam penangkapan, S. Damanik dan Herman mengaku mereka mengetahui Indra Jaya Saragih hendak bertransaksi narkoba.

"Tujuh orang yang melakukan penangkapan Senin (18/5/2020) pukul 13.30 WIB di Jalan Medan Km 4,5 Kelurahan Sumber Jaya. Kita dapat informasi dari informan bahwa ada transaksi di daerah itu, terkait Indra Jaya Saragih," ujar Damanik.

Di dalam mobil Xenia putih yang dikendarai Indra Jaya Saragih dan temannya Alfian, ada beberapa paket narkotika termasuk timbangan digital. Saat itu ketujuh anggota BNN itu menyebar dengan radius berbeda, ada 5 meter, 15 meter hingga 20 meter.

"Saat Indra Jaya Saragih menyerahkan paket sabu. Harianto mencabut kunci mobilnya," ujar Damanik kembali.

Saksi staf BNNK lainnya, Herman menyampaikan, Indra Jaya Saragih yang ditangkap bersama Alfian mengaku membeli barang haram itu dari Diky Atmaja dan Halomoan. Kedua nama terakhir ditangkap beberapa saat sejak Indra Jaya Saragih diamankan. 

Dari keempat terdakwa diamankan dengan total barang bukti sabu sebanyak 26 gram, dan pil ekstasi sebanyak 15 butir. 

Meski dalam penangkapan, Indra Jaya hendak menjual narkoba, Tetapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christianto dari Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Christianto justru memandang lain. Ia menyatakan terdakwa Indra Jaya Saragih bukanlah seorang pengedar, melainkan pengguna.

Indra Jaya dianggap tanpa hak atau   melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bentuk tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram, melanggar Pasal 112 ayat (2)  UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved