Breaking News:

Jelang Pergantian Tahun

Belasan Ribu Personel Gabungan TNI/Polri diturunkan Amankan Pergantian Tahun Baru

Jika kedapatan, pihaknya yang diperbantukan oleh TNI, akan langsung membubarkan secara paksa kegiatan malam pergantian tahun tersebut.

TRIBUN MEDAN / ist
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, usai apel Lilin Toba, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Senin (21/12/2020). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyam jelang pergantian tahun baru 2021, Kamis (31/12/2020).

Jika kedapatan, pihaknya yang diperbantukan oleh TNI, akan langsung membubarkan secara paksa kegiatan malam pergantian tahun tersebut.

"Biar gak apa kali, dan yang pasti segala bentuk keramaian di malam tahun baru akan segera dibubarkan paksa," kata dia, saat berada di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, kemarin.

Perihal ini dilakukan, menurutnya sebagaimana aturan dan anjuran pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran dan penularan wabah pandemi Covid-19, karena adanya kerumunan orang.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat sebaiknya melewati malam pergantian tahun baru dengan di rumah dan berdoa untuk kesejahteraan di masa yang akan datang.

Martuani mengatakan, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyalahkan petasan dengan daya ledak besar di malam pergantian tahun.

Pihaknya juga melakuakn razia ke seluruh penjual petasan, dengan daya ledak besar di Kota Medan dan sekitarnya.

"Kemeriahan petasan dalam kapasitas ledakan besar juga dilarang dan ditindak. Untuk itu penjual perasan dalam kapasitas ledakan besar diimbau tidak memperjualbelikannya," ucapnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya menurunkan 11 ribu lebih personel dengan diperbantukan tiga ribu aparat TNI, untuk melakukan razia dengan membubarkan paksa keramaian orang.

Gabungan petugas ini akan berjaga di seluruh wilayah yang dianggap rawan akan keramaian.

"Hal ini dilakukan untuk pengamanan sekaligus mengantisipasi dan membubarkan keramaian masyarakat," ujarnya.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved