Breaking News:

CENDEKIAWAN Muslim Ini Pertanyakan FPI Dibubarkan: Apakah Ingin Gantikan Pancasila dan UUD 1945

SEORANG cendekiawan muslim, Anwar Abbas memberikan tanggapan perihal dibubarkannya FPI oleh Pemerintah Indonesia. 

Editor: jefrisusetio
Rechtin / Tribun Medan
Puluhan karangan bunga bertuliskan dukungan dan ucapan terima kasih terhadap pemerintah atas pembubaran Organisasi Front Pembela Islam (FPI) tampak berjejer di sepanjang tepi Lapangan Merdeka Medan dan Kantor DPRD Medan/Sumut, Kamis (31/12/2020).  

TRIBUN-MEDAN.COM - SEORANG cendekiawan muslim, Anwar Abbas memberikan tanggapan perihal dibubarkannya FPI oleh Pemerintah Indonesia. 

Anwar Abbas mempertanyakan alasan pembubaran FPI. Apakah ingin menggantikan Pancasila dan UUD 1945

Menurutnya keberadaan FPI tak akan membuat hal itu terjadi.

Anwar menilai, seharusnya pemerintah bisa melakukan cara-cara yang merangkul, bukan memukul terkait FPI ini.

Dia pun menjelaskan beberapa hal.

"Apakah kehadiran FPI itu mengancam eksistensi bangsa karena dia mau mengganti Pancasila dan UUD 1945? Saya rasa FPI tidak hendak merubah pancasila dan uud 1945, malah Habib Rizieq selaku Imam Besar FPI disertasi yang sedang dipersiapkannya adalah tentang Pancasila. Jadi kalau begitu kesimpulan saya pelarangan FPI tidak bersifat idiologis," kata Anwar dalam keterangan yang diterima, Jumat (1/1/2021).

Kemudian, Anwar menyinggung soal legal standing FPI yang sudah tak berlaku sejak Juni 2019.

"Kalau seperti itu, mengapa pemerintah tidak panggil saja itu FPI supaya mereka mengurus kembali legal standingnya?" kata Anwar.

Waketum MUI itu lebih lanjut bicara soal tindakan FPI yang cenderung kriminal, seperti melakukan aksi sweeping di berbagai tempat sehingga membuat kegaduhan.

"Saya dengar FPI itu melakukan sweeping setelah laporannya tentang masalah pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak tertentu kepada penegak hukum tidak kunjung mendapatkan respons dan tindak lanjut. Kalau memang seperti itu pihak  penegak hukum hendaknya bersifat responsif dan cepat tanggap sehingga tindakan-tindakan sweeping  tersebut tidak terjadi," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved