Breaking News:

Warga Lubukpakam Belum Bisa Manfaatkan Gas Alam yang Dipasang Kementerian ESDM

Meski sempat dijadwalkan pada Desember 2020, namun pada saat ini di lapangan yang terlihat kondisinya belum tersambung satu dengan yang lain.

TRIBUN MEDAN/INDRA
WARGA Kelurahan Lubukpakam III menunjukkan meteran gas yang sudah terpasang di rumah mereka, Senin (4/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan penggunaan jaringan gas alam yang dibuat oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di wilayah Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang bisa dimanfaatkan.

Meski sempat dijadwalkan pada Desember 2020, namun pada saat ini di lapangan yang terlihat kondisinya belum tersambung satu dengan yang lain.

Bagian ujung-ujung saluran selang pipa kecil yang mendekati kawasan perumahan warga pun masih tampak ada yang terpotong.

Informasi yang dikumpulkan, pada saat ini sebagian warga ada yang mengaku sudah mendapatkan kompor dua tungku.

Namun sebagian besar lagi banyak yang belum mendapatkannya sama sekali. Ada yang menunggu-nunggu dan tidak sabar untuk menggunakannya ada juga yang biasa-biasa saja. 

"Kalau kami belum ada dapat kompornya. Kalau pipa sudah dipasang,  tapi ya belum bisa digunakan. Ntah kapan bisa dipakai kami pun enggak tahu. Ya karena gratisnya biar ajalah situ namanya dari Pemerintah bantuannya. Nanti didatangi ke kantor Lurah marah pula," kata Ramlah warga Kelurahan Lubukpakam III. 

Beragam hal disampaikan oleh warga atas pemasangan jaringan yang telah terpasang di rumah-rumah saat ini. Ahmad warga yang tinggal di Gang Keluarga Kelurahan Lubukpakam mengatakan sedikit was-was pada saat ini.  Dirinya punpun sempat menunjukkan bagaimana pemasangan jaringan dilakukan di sekitar rumahnya. 

"Selang pipanya lihatlah ini dipasang diatas parit, harusnya dibawah parit. Kalau seperti ini nyangkut sampahnya dan rawan bocor pula ke depannya. Masang meterannya pertama dibuat pula di depan pintu masuk udah macam meteran listrik saja, ku suruh pindahlah. Ya kami pun enggak tau kapan dapat kompor dan kapan akan bisa makai gasnya. Sekarang ya masih pakai gas LPG," kata Ahmad. 

Taufik warga Jl Tengku Raja Muda mengatakan karena saat ini belum ada gasnya kompor khusus yang diberikan pun masih disimpan. Karena digadang-gadang lebih murah pemakaiannya dari gas LPG ia pun berharap agar penggunaan gas alam tersebut bisa secepatnya terealisasi.

Sama seperti warga lainnya ia pun mengaku masih menggunakan gas LPG bersubsidi saat ini. 

"Kompornya dibagikan ke rumah-rumah bulan Desember lalu. Karena sudah selesai dipasang instalasinya makanya dikasih kompornya. Dua tungku juga kompornya. Khusus kompornya jadi enggak bisa dipakai sekarang ini kalau belum ada gas di jaringannya. Kapan bisa dipakai kita pun enggak tahu," kata Taufik. 

Hingga saat ini pihak Kementerian ESDM belum bersedia untuk memberikan keterangan terkait proyek ini. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian ESDM, Gus Rinaldi yang dikonfirmasi masih belum bersedia berkomentar banyak saat dihubungi. Dirinya  pun sempat memberikan penjelasan singkat terkait kondisi yang terjadi.

Meski saat ini belum ada serahterima pekerjaan ke PT PGN selaku pihak yang akan mengelola kedepan namun ia pun melempar tanggungjawab ke PT PGN.

"Sekarang lagi proses aktiviasi Capel (calon pelanggan) oleh PT PGN. Terimakasih," tulis Gus Rinaldi melalui pesan singkat. 

Pihak PT PGN tidak bersedia memberikan komentar atas pernyataan Gus Rinaldi ini.(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved