Breaking News:

Ayah Penyiksa Anak dan Istri Jadi Pemakai Aktif Narkoba, Keluarga Minta Dihukum Seumur Hidup

Pelaku mengaku kepada penyidik kerap memaksa meminta uang kepada istri untuk ketergantungannya pada sabusabu. 

TRIBUN MEDAN/HO
SUMISNO, ayah yang kerap siska anak dan istri ditangkap Polres Langkat. 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Sumisno (44) sosok ayah yang tegamenyiksa dua anak kandung dan istrinya di Kabupaten Langkat kini meringkuk dan mendekam di sel tahanan Polres Langkat. Polisi sudah melakukan interogasi terkait motif kelakuan Sumisno menyiksa anggota keluarganya sendiri.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Unit Reserse Kriminal Polres Langkat, Iptu Nelson Manurung menerangkan, hasil pemeriksaan terungkap bahwa Sumisno pemakai aktif narkoba. Bahkan, pelaku mengaku kepada penyidik kerap memaksa meminta uang kepada istri untuk ketergantungannya pada sabusabu. 

"Hasil pemeriksaan dari tersangka benar dia pemakai sabu, malah minta dana untuk ketergantungannya itu ke istrinya. Setiap tidak dikasih dipukul istrinya," kata Iptu Nelson Manurung, Selasa (5/1/2021).

Sumisno warga Dusun II Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang dan Dusun VI Kampung Kilang Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu terancam akan menjalani masa hidup puluhan tahun di penjara. Tersangka dikenakan pasal berlapis. 

"Tersangka dikenakan pasal berlapis. Pasal 80 (2),(4) UU No17 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 35 tahun 2014, tentang perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Subs Pasal 44 ayat (1) tentang kekerasan dalam ruang lingkup rumah tangga. Ancaman hukuman 2 UU 10 tahun pidana penjara," jelasnya. 

Pihak keluarga tersangka, yakni mertuanya Suminem  meminta agar aparat kepolisian memberi hukuman seberat-beratnya. Suminem minta agar menantunya dihukum seumur hidup di penjara. 

Suminem menceritakan selama ini anaknya (Satiem) cukup menderita menjadi istri tersangka karena sering dipukuli. Bahkan Satiem harus bekerja mencari uang tambahan untuk keluarga dan hasilnya diminta tersangka. 

"Tiap hari disiksa, anakku itu kan kerja cari brondolan, nanti uangnya diminta terus. Kalau nggak dikasih disuruhnya ambil harta mamakmu, kalau bisa habisi. Pelaku itu nggak ada kerja, kerjanya ya pemakai (narkoba) setiap harinya. Harapannya seumur hidup dia masuk penjara. Istrinya pun mau dijual ke tempat sabu. Sudah nggak ngasih nafkah malah dipukuli ditunjangi di depan kita. Keluarga diancamnya pakai kampak, pakai tojok (alat dodos sawit)," ungkap Suminem. 

Diketahui tersangka ditangkap di terminal bus setelah kepolisian mendapat laporan istrinya, Satiem (38). Tersangka sempat berusaha melarikan diri ke terminal Pasar X Tanjung Beringin Kecamatan Hinai hendak naik ke bus. 

Sumisno ditangkap atas penganiayaan terhadap anak kandungnya AW (6) dan AG (15) di rumahnya. AW yang masih belia dipukul dengan menggunakan tali pinggang dan sebatang bambu berkali-kali hingga mengakibatkan bagian punggung dan kaki AW bengkak dan memar.

Suminem juga menerangkan, bahwa cucunya berinisial AG (15) abang kandung AW pada (3/1) juga mengalami penganiayaan. Bibir AG ditampar hingga pecah dan berdarah, lalu kepalanya dipukuli hingga bengkak.(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved