Breaking News:

Terancam Tutup, Produsen Tempe di Asahan Keluhkan Harga Bahan Baku Kedelai

Hal itu dikarenakan harga kedelai yang melambung tinggi yang mana saat ini harga perkilogramnya mencapai Rp 10 ribu. 

TRIBUN MEDAN/ALIF
NURGAYAH Nasution (48) dibantu anaknya memproduksi tempe di rumahnya yang bertempat di Jalan Merpati, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Sejumlah produsen tempe terdampak hingga terancam tutup akibat naiknya harga kedelai,

Nurgayah Nasution(48), warga Jalan Merpati, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan adalah satu diantaranya.

Produksi tempe rumahan yang sudah dirintis sejak tahun 1993 ini mengaku terancam tutup karena harga kedelai yang melambung tinggi.

"Besok kami tidak produksi, ini menghabiskan kedelai yang sudah ada saja. Ini pun bisa dijual dua hari ke depan karena menunggu matang tempenya," katanya.

Dikatakannya, tahun 2018 merupakan tahun terakhir ia memproduksi tempe dengan bahan baku mencapai 200kg.

Namun untuk saat ini, katanya, untuk mencapai 100kg pun susah dikarenakan harga yang melambung tinggi. 

"Dulu kami sekali produksi paling sedikit 200 kg, tapi sekarang 100 kg pun susah," katanya. 

Hal itu dikarenakan harga kedelai yang melambung tinggi yang mana saat ini harga perkilogramnya mencapai Rp 10 ribu. 

"Saat ini harga kedelai mencapai Rp 10 ribu, kemarin masih Rp 6 ribu per kilogramnya," katanya. 

Pengakuannya, tempe-tempe yang di produksinya saat ini mengalami kenaikan harga mengikuti harga kedelai yang juga naik. 

"Terpaksa kami naikan, itupun nggak laku. Seperti ini," ujarnya sembari menunjukan tempe buatan semalam yang tidak laku. 

Dijelaskannya, memang ada berapa alternatif, seperti menggunakan kedelai lokal, namun kualitas tempe yang dihasilkan tidak bagus. 

"Kalau pakai lokal, kualitas tempe tidak bagus. Karena tempe atau tahu tidak akan ngembang bila menggunakan kedelai lokal," katanya. 

Dirinya berharap agar harga komoditas kedelai bisa kembali stabil agar produsen tempe seperti dirinya tidak memutar haluan. 

(cr2/Tribun-Medan.com) 

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved