Breaking News:

Diterima Sebagai Guru di Karo, Indah Rela Berjauhan dengan Keluarga

Sebanyak 235 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, menerima SK pengangkatan

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Bupati Karo Terkelin Brahmana (tengah), menyerahkan SK pengangkatan CPNS di lingkungan Pemkab Karo, di Aula Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Rabu (6/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Sebanyak 235 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, mulai hari ini menerima Surat Keterangan (SK) pengangkatannya.

SK ini diserahkan langsung oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, di Aula Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Rabu (6/1/2020).

Salah satu CPNS yang diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi tahun 2019 ini, ialah Indah Fajar Wati.

Ia sangat bersyukur telah diterima sebagai PNS. Terlebih ini merupakan kali pertamanya ia mendaftar.

"Kalau perasaannya ya senang, alhamdulillah setelah lewati semua ujian akhirnya diterima," ujar Indah.

Dirinya mengatakan, sesuai dengan berkas pendaftarannya sebelumnya ia memilih formasi sebagai tenaga pengajar. Dirinya mengatakan, kini ia tercatat sebagai guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kutabuluh, Kecamatan Kutabuluh.

Namun, saat diajak berbincang, ternyata wanita yang mengenakan jilbab hitam ini ialah warga Kota Medan. Tentunya jika dibandingkan dengan tempat tinggalnya, Indah mendapatkan penempatan yang terbilang cukup jauh.

"Kalau asli saya dari Medan bang, di sekitar Amplas. Kemarin memang pas daftar saya milihnya di sekolah itu, jadi sekarang penempatannya di sana. Memang jauh juga lah bang, sekitar berapa jam juga kalau ke Medan," ucapnya.

Di tengah kegembiraannya telah diterima sebagai PNS ini, ternyata membawa kesan tersendiri pasalnya ia harus meninggalkan keluarganya.

Dengan penempatan yang cukup jauh dari tempat tinggalnya ini, wanita berkacamata ini mengatakan ia memilih untuk mencari kontrakan di sekitar sekolah.

Terlebih, dirinya diketahui telah berkeluarga dan harus berjauhan sementara dengan suaminya.

"Ya terpaksa jarak jauh dulu sama suami sementara lah, kan enggak mungkin juga setiap hari pulang pergi ke Medan. Paling nanti suami yang datang ke sini seminggu sekali," ungkapnya.

Meskipun harus berjauhan untuk sementara waktu dengan sang suami, Indah mengaku hal ini tidak menjadi personalan. Pasalnya, ia memang sangat bersyukur telah diterima sebagai tenaga pengajar terlebih menjadi ASN. Dirinya mengatakan, apapun yang dipilihnya saat ini, merupakan rezeki dan hal ini juga ditujukan untuk keluarganya.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved