Breaking News:

KMDT Taburkan Benih Ikan 100 Ribu Ekor di Perairan Danau Toba

Penebaran benih dilakukan secara marathon, mulai dari Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Sigumpar, dan Pantai Pasifik di Porsea.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
PENABURAN bibit ikan di perairan Danau Toba, Selasa (5/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Penaburan sejuta ekor bibit ikan di perairan Danau Toba telah dimulai sejak kemarin, Selasa (5/1/2021) di tiga tempat yakni Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Sigumpar, dan Pantai Pasifik Kecamatan Porsea.

Dua jenis ikan yang ditabur adalah ikan nilam dan jelawat dengan jumlah 100 ribu ekor.

Ketua DPP KMDT Edison Manurung menuturkan, program tersebut bertujuan menjaga ekosistem Danau Toba.

"Ini adalah program KMDT dan kita kerjasama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan dan Komisi IV DPR RI. Lewat kegiatan ini, percepatan wisata Danau Toba dan SDM Unggul bisa dinikmati masyarakat," ujar Kepala Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung saat dikonfirmasi, Rabu (6/1/2021).

"Kita juga berharap bagi semua masyarakat sekitar Danau Toba ikut serta dalam menjaga ekosistem Danau Toba," sambungnya.

Penebaran benih dilakukan secara marathon, mulai dari Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Sigumpar, dan Pantai Pasifik Kecamatan Porsea, Selasa (5/1/2021).

"Kita jadwalkan secara bertahap. Untuk semalam itu baru 100 ribu ekor ikan yang kita sebarkan," kata Edison Manurung.

"Itu dua jenis ikan ya, ikan jelawat yang mirip ihan batak dan ikan nilam. Karena dari penelitian pihak perikanan, ikan ini bisa mencapai tiga hingga empat kilogram," lanjut Edison Manurung.

Edison berharap tujuh Bupati di kawasan Danau Toba membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait penangkapan ikan di perairan Danau Toba.

"Kita juga berharap para Bupati di tujuh Kabupaten dan Camat di kawasan Danau Toba membuat Perda jangan sembarangan menangkap ikan yang kecil-kecil di Danau Toba," kata Edison Manurung.

"Waktu yang dibutuhkan satu tahun. Maka, jangan sembarangan para nelayan itu untuk menangkap ikan. Terkait besaran ataupun ukuran jalan yang digunakan itu kemarin sudah dibahas saat penaburan ikan," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved