Breaking News:

Diduga Asam Lambung, Teknisi HP Meninggal Mendadak di Indekos Jalan Diponegoro Pematangsiantar

Warga yang belakangan diketahui bernama Hamdani diketahui merupakan perantau asal Indrapura, Kabupaten Batubara.

TRIBUN MEDAN/HO
KELUARGA membawa jenazah Hamdani, perantau asal Kabupaten Batubara yang meninggal usai mengalami sakit asalm lambung, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Warga Jalan Diponegoro, Gang Kopral, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar mendadak heboh, Kamis (7/1/2021).

Penyebabnya, seorang teknisi handphone meninggal dalam kondisi kaku di salah satu indekos yang berlokasi di sekitar.

Warga yang belakangan diketahui bernama Hamdani diketahui merupakan perantau asal Indrapura, Kabupaten Batubara. Oleh warga, Hamdani atau disapa Dani sudah tiga tahun ngekos di lingkungan mereka.

"Dani, namanya. Dia kerja sebagai teknisi di grosir handphone Global Servis. Sudah tiga tahun lah di sini. Memang seminggu ini sudah sakit sakitan. Sudah disuruh kusuk," ujar Nita Damanik, tetangga indekos korban.

Nita mengatakan, Dani ditemukan sudah meninggal di kamarnya, oleh teman kosnya, lantaran curiga tak keluar kamar seperti biasa saat pergi kerja. Namun, menurut cerita temannya itu, sekitar pukul 05.00 WIB, Dani sempat bangun untuk pergi ke kamar mandi.

"Ditemukan di dalam kamarnya. Tadi pagi kata kerabatnya bangun. Kemudian sempat ke kamar mandi pukul 05.00 WIB pagi," ujar Dani.

Lantaran mematuhi protokol kesehatan, warga dan pemilik kos kemudian melaporkan hal ini ke petugas berwajib agar proses evakuasi dilaksanakan sesuai prosedur di masa Pandemi Covid-19. Jenazah pun dibawa ke Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Sementara itu, Kapolsek Siantar Barat Iptu Ringgas Lubis menjelaskan meninggalnya Dani murni akibat penyakit yang diidapnya. Sehari-hari ia bekerja sebagai teknisi handphone di Global Servis.

"Hamdani 36 tahun, teknisi. Warga asal Indrapura, Batubara.  Dugaan sementara sakit asam lambung. Orangnya pun bergaul makanya temannya nangis semua pas datang ke sini," ujar Kapolsek 

Selanjutnya, usai keluarga datang dari Indrapura dan membesuk jenazah, mengikhlaskan kepergian Hamdani murni karena penyakit dan tidak bersedia dilakukan autopsi.

"Karena ini merasa bukan karena tindak pidana, keluarga yang datang tadi menandatangani surat penolakan autopsi. Dan sudah mengikhlaskan. Selanjutnya ini kita bawa ke kampung halaman di Batubara," kata Kapolsek.(alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved