Breaking News:

Gelandang PSMS Hamdi Sula Selingi Latihan Mandiri Sambil Bakar Ikan di Pantai

Semua pemain luar Sumut pun memutuskan untuk kembali berkumpul dengan keluarganya di masa jeda penundaan liga 2 tahun ini.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan/Dok IG Hamdi Sula
Penggawa PSMS asal Halmahera Utara, Hamdi Sula. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belum adanya kejelasan PSSI terkait kelanjutan liga 2 hingga akhirnya tim PSMS dibubarkan sementara waktu, membuat kerinduan penggawa skuat Ayam Kinantan yang berasal dari luar Sumut untuk berkumpul kembali akhirnya pupus.

Seperti penggawa PSMS asal Maluku Utara, Hamdi Sula, yang batal bergabung latihan di Medan.

Sebelumnya akibat belum adanya kepastian liga dari PSSI, Manajemen PSMS memang mempersilakan para pemain yang berasal dari luar Sumut untuk kembali ke daerahnya masing-masing sejak 20 Oktober lalu. Semua pemain luar Sumut pun memutuskan untuk kembali berkumpul dengan keluarganya di masa jeda penundaan liga 2 tahun ini. Termasuk salah satunya Hamdi Sula.

"Saya pulang kampung sejak 24 Oktober 2020 lalu belum bisa kembali ke Medan. Tim juga diliburkan. Jadi masih di kampung halaman dulu," ujarnya, Kamis (7/1/2021).

Pesepakbola asal Tobelo, Halmahera Utara ini mengatakan meski tim libur, dirinya tidak bersantai begitu saja.

Sebagai pesepakbola profesional dirinya juga tetap rutin berlatih. Ia memanfaatkan lokasi pantai di daerahnya sebagai tempat latihan. Salah satunya di Pantai Sulamadaha.

"Kalau saya pribadi, di situasi saat ini tetap jaga kondisi. Senin sampai Sabtu harus latihan," ucap pesepakbola 23 tahun ini.

Pesepakbola kelahiran 3 November 1997 ini menuturkan, tetap berlatih akan memberinya keuntungan. Tujuannya agar kondisi dan ketahanan fisiknya tidak melempem akibat tak adanya pertandingan liga resmi.

Apalagi pelatih PSMS Gomes de Oliveira juga menginstruksikan para pemain untuk tetap berlatih. Di sela-sela latihan yang sering dilakukan Hamdi di pantai juga dia selingi sambil bakar-bakar ikan laut agar dirinya tak bosan.

"Di hari Minggu pagi biasanya saya bantu-bantu orang tua. Lalu sorenya kembali latihan. Ya aktivitas lain, seperti main bola di kampung pasti. Lalu kita ke pantai latihan sambil bakar-bakar ikan," pungkas pemain yang sukses membawa klub Persekat Tegal promosi dari Liga 3 ke liga 2 ini.

Untuk diketahui Sebelumnya, Keputusan PSSI mengundur pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan 2 Indonesia dari jadwal semula Oktober 2020 menjadi Februari 2021 membuat para penggawa PSMS Medan yang berasal dari luar Sumut memutuskan untuk pulang kampung.

Namun hingga Januari 2021 Federasi olahraga sepakbola Indonesia atau PSSI maupun PT LIB selaku operator kompetisi tak kunjung mengantongi izin keramaian pelaksanaan liga dari Polri. Alhasil tim PSMS pun diputuskan untuk dibubarkan sementara waktu.

(Can/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved