Breaking News:

Jalur Sidikalang-Medan Terputus, Polres Dairi Siapkan Beberapa Jalur Alternatif

Selain menyiagakan petugas, pihak kepolisian juga telah mengarahkan seluruh pengendara dari kedua arah untuk mengambil jalur alternatif.

TRIBUN MEDAN/HO
JALUR utama penghubung dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, menuju Kota Medan, tepatnya di KM 6-7 yang berada di Desa Sitinjo II, Kecamatan Sitinjo, terputus, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SITINJO - Akses utama jalur dari Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, menuju Kota Medan, tepatnya di KM 6-7, tidak dapat dilalui. Informasi yang didapat, jalur utama antar kabupaten ini terputus dikarenakan tergerus air dari cekungan jurang yang menampung air sudah cukup lama. 

Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial, terlihat kondisi jalur utama ini mengalami putus dengan jarang kurang lebih 10 meter. Dari video tersebut, juga terlihat tanah di bibir jalan yang tergerus karena derasnya hantaman air. 

Dengan kondisi ini, arus lalulintas dari Sidikalang menuju Kota Medan maupun sebaliknya terpaksa tersendat. Karena jalur ini sudah sama sekali tidak bisa dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. 

Saat dikonfirmasi ke pihak kepolisian, Kasubbag Humas Polres Dairi Iptu Donny Saleh menjelaskan untuk mengantisipasi kemacetan pihaknya sudah menyiagakan petugas di jalur tersebut. Dirinya mengatakan, selain menyiagakan petugas pihaknya juga telah mengarahkan seluruh pengendara dari kedua arah untuk mengambil jalur alternatif. 

"Kalau personel sudah ada di sana untuk mengarahkan pengendara. Untuk jalur alternatif, ada beberapa titik baik dari arah Sidikalang maupun sebaliknya," ujar Donny, saat dikonfirmasi, Kamis (7/1/2021).

Dirinya menjelaskan, bagi pengendara yang datang dari arah Medan menuju Sidikalang dialihkan menuju Jalan Dusun Lae Sirambon.

Dari jalur ini, nantinya akan tembus ke Jalan Rimo Bunga, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi. 

Selanjutnya, bagi pengendara yang datang dari arah Sidikalang menuju Kota Medan, diarahkan masuk melalui Jalan Dusun Hutatika. Selanjutnya, nantinya dari jalur ini akan tembus ke Jalan KLK, Kecamatan Sitinjo. 

Sementara bagi pengendara yang datang dari arah Aceh dan Pakpak Bharat menuju Kota Medan, dialihkan menuju ke Jalan Tiga Lingga, menuju Tanah Pinem. Selanjutnya, dari jalur tersebut akan menembus ke Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo. 

"Untuk jalur kedua arah, kita sediakan dua jalur alternatif. Dan untuk yang dari Pakpak dan Aceh, bisa langsung ambil jalur langsung menuju ke Kabupaten Karo," ungkapnya. 

Dirinya menjelaskan,  dari beberapa jalur alternatif ini kondisinya tidak terlalu lebar seperti jalan utama. Namun, dirinya mengatakan jalur ini setidaknya membantu pengendara agar tetap bisa melintas ke daerah tujuannya. 

"Ya memang tidak terlalu lebar, makanya kita juga minta kepada pengendara agar tetap berhati-hati dan melihat rambu yang disediakan," ucapnya. 

Lebih lanjut, Donny mengatakan pihaknya mengimbau kepada semua pengendara yang memasuki wilayah jalur yang longsor ini agar selalu berhati-hati. Dirinya mengatakan, untuk menghindari kemacetan pihaknya meminta kepada pengendara agar selalu memperhatikan arahan dari petugas yang ada di lapangan. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved