Breaking News:

KKP Kualanamu Akan Tidak Tegas Pemalsuan Surat Rapid Antigen, Begini Proses Identifikasi Surat

Selama ada kebijakan surat Rapid Test Antigen diberlakukan, pihak bandara akan tetap melakukan pengawasan.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/NATALIN
PENUMPANG pesawat melakukan check in di Bandara Kualanamu. 

Tribun-Medan.com, Medan - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu akan menindak tegas penumpang yang melakukan pemalsuan Surat Rapid Tes Antigen sebagai syarat penerbangan.

Hal ini diungkapkan Koordinator KKP, Nyoman Rina Ayu Puji Astuti. 

Dikatakannya, selama ada kebijakan surat Rapid Test Antigen diberlakukan, pihak bandara akan tetap melakukan pengawasan.

"Selama aturan diwajibkan penggunaan Rapid Test Antigen tetap kita pantau, nggak boleh masuk kalau tidak ada Rapid Test Antigen," ungkap Nyoman saat ditemui di Bandara Kualanamu, Selasa (5/1/2021).

Nyoman menuturkan, jika dalam surat ada ditemukan kecurigaan terhadap surat, pihak bandara akan menelpon kontak rumah sakit yang tertera di dalam surat. 

"Karena kita sudah biasa, jadi kita sudah bisa identifikasi saat melihat surat itu. Di dalam surat itu juga kan ada kontak rumah sakit atau klinik yang akan kita coba hubungi. Tidak semua case, hanya yang meragukan yang akan kita hubungi," ujar Nyoman. 

Adapun kriterianya, petugas KKP Bandara akan melihat mulai dari format surat seperti keterangan, tanda tangan, nama dokter, dan klinik asal surat.

Nyoman juga menuturkan bahwa selain melakukan pemeriksaan manual, pihak bandara juga menerapkan sistem scan barcode khusus bagi penerbangan internasional.

"Selain itu kita juga ada pakai alat khusus dengan gunakan barcode untuk mengeceknya. Untuk penggunaan barcode ini berlaku untuk penumpang dengan penerbangan internasional," jelasnya.

Sejauh ini, Nyoman mengatakan bahwa belum ada temuan bagi penumpang yang tertangkap tangan melakukan duplikasi surat Rapid Test Antigen. 

Namun begitu, Nyoman menegaskan akan ditindaklanjuti secara hukum jika ada ditemukan penumpang dengan pemalsuan hasil Rapid Test Antigen.

"Kalau ada ditemukan langsung di bandara, baru kita langsung laporkan ke kepolisian. Kalau sesuai dengan surat aturan, pasti ada konsekuensinya, kalau tidak sesuai pasti akan ditindaklanjuti," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Nyoman juga menegaskan kepada seluruh pihak maskapai agar dapat bekerja maksimal.

"Saya lebih tegaskan ke maspakai karena yang berhubungan dengan penumpang langsung ini mereka pada saat membeli tiket. Kami disini hanya menindaklanjuti setelah membawa hasil pemeriksaan," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved