Sartika Sinaga Hilang di Hutan Ulu Darat Samosir Sejak 2 Januari Lalu
Sartika Sinaga hilang di Gunung Ulu Darat Sakti karena terpisah dari rombongannya yang berjumlah 27 orang pada 2 Januari 2021 lalu.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejak dinyatakan hilang pada Jumat 2 Januari 2021 lalu, hingga Kamis (7/1/2021) malam ini, warga beserta kerabat keluarga masih melakukan pencarian terhadap Sartika Sinaga (30) warga Siambalo, Pangururan, Kabupaten Samosir.
Reinhard Sinaga, salah satu relawan yang dihubungi Tribun-Medan.com mengatakan pencarian masih terus dilakukan di Bukit Hutan Ulu Darat, Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir.
"Kami masih terus melakukan pencarian ito kami itu. Kami tergerak untuk membantu pencariannya karena kami peduli dan rasa sosial, meskipun kami harus menahan dinginnya udara di ketinggian 2.155 dpl, tidur di tenda dengan makanan seadanya," terang Reinhard Sinaga lewat sambungan telepon.
Kata Reinhard, dia sudah ikut melakukan pencarian hingga hari ketiga, namun belum ada tanda-tanda ditemukan.
Sartika Sinaga hilang di Gunung Ulu Darat Sakti karena terpisah dari rombongannya pada tanggal 2 Januari 2021 lalu.
Menurut Raunhard, berbagai cara sudah mereka lakukan. Baik dari sisi spritual dan metode pencarian manual dengan cara menelusuri goa dan aliran sungai, rawa serta pepohonan.
Namun, sampai saat ini relawan belum juga bisa menemukan Sartika Sinaga.
"Dalam perjalanan pencarian jejak selama 3 hari ini, kami merasakan kuatnya energi spirit di dalam Hutan Ulu Darat, misteri yang sampai saat ini belum bisa terpecahkan secara logika.
Dari beberapa pantauan spritual, kami menemukan beberapa misteri yang mungkin banyak orang tidak bisa menerimanya, yaitu adanya perkampungan gaib di area Ulu Darat," ujar Rainhard Sinaga.
Team Basarnas Medan juga turun ke Gunung Ulu Darat bersama-sama melakukan upaya pencarian jejak Sartika Sinaga.
Setahu Reinhard, Sartika bersama rombongan sejumlah 27 orang tersebut naik ke Bukit Hutan Ulu Darat tanpa pemandu.
Ridwan Sinaga, saudara kandung Sartika Sinaga, menyampaikan, adiknya tersebut mengalami sakit.
Kata Ridwan, Sartika Sinaga sudah mencari kesembuhan selama 10 tahun terakhir.
Mereka pun berinisiatif membawa berobat alternatif, karena secara medis tak sanggup mengobati Sartika Sinaga.
Kemudian, menurut dia, Sartika selanjutnya dibawa oleh ahli pengobatan alternatif tersebut ke Hutan Ulu Darat pada 30 Desember 2021 lalu dengan pendamping yang keseluruhan rombongan berjumlah 27 orang.
Namun, pada perjalanan pulang 2 Januari 2021 Sartika Sinaga berpisah dengan rombongan.
Lalu, pihak keluarga baru diberitahu pada 5 Januari 2021.
Ridwan berharap, Sartika bisa ditemukan secepatnya. Bagi yang menemukan, Ridwan juga berharap agar diberi kabar.
(Jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pencarian-sartika-sinaga-di-hutan-ulu-darat-samosir.jpg)