Breaking News:

Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Merger, Pengamat: Bisa Membantu Pemulihan Ekonomi

Beredar kabar bahwa perusahaan jasa transportasi on demand Gojek bakal melakukan merger dengan e-commerce Tokopedia.

KOMPAS.com/Bill Clinten
Layanan di aplikasi GoJek. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa hari belakangan santer terdengar kabar bahwa perusahaan jasa transportasi on demand Gojek bakal melakukan merger dengan e-commerce Tokopedia. Rencana merger ini terus mendapat sorotan publik.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan bila benar terjadi, ia melihat penggabungan dua perusahaan teknologi lokal Gojek-Tokopedia akan menciptakan sebuah "super-ekosistem" e-commerce yang terbesar di Asia Tenggara dan bisa bersaing di skala global.

"Merger akan menciptakan sebuah ekosistem yang sangat komprehensif, dari mulai berbelanja online, pengiriman barang hingga pembayaran digital, dan hasilnya jual-beli online akan lebih mudah dan efisien bagi konsumen dan pengusaha," katanya saat dihubungi Tribun Medan, Jumat (8/1/2021).

Dikatakannya merger ini ideal karena Gojek dan Tokopedia memiliki segmen pasar dan layanan core business yang saling melengkapi. Hal ini akan membantu kedua perusahaan untuk akselerasi pertumbuhan bisnis secara efisien atau minim modal.

Menurutnya merger juga dapat membantu pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19 yang sangat bergantung pada peningkatan konsumsi domestik dan investasi.

"Bila digabungkan, di Gojek dan Tokopedia akan ada ada lebih dari 11 juta UMKM, dan merger akan mendorong masyarakat untuk lebih banyak berbelanja barang dan jasa dari UMKM lokal. Hal ini membantu menggerakkan roda ekonomi dalam negeri," katanya.

Selebihnya sambung Gunawan ada dampak positif untuk para pengemudi ojol yang mendapatkan potensi penghasilan tambahan dari layanan logistik atau pengantaran barang dan paket dari Tokopedia.

Ia mengatakan dampak merger juga positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara dengan pasar ekonomi digital terbesar dan paling bernilai di Asia Tenggara.

"Riset yang pernah saya lihat di LPEM UI di tahun 2019 menemukan dampak Tokopedia ke GDP ekonomi Indonesia mencapai 1,5%, sementara LD FEB UI mengkalkulasi dampak Gojek sebesar 1% di tahun yang sama. Jadi jika Gojek dan Tokopedia bergabung dampak kontribusi ke ekonomi bisa lebih tinggi lagi dan mengakselerasi transformasi ekonomi digital dalam negeri," pungkasnya.

(sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved