Breaking News:

Penanganan Covid

KABAR BAIK - Sumut Bebas Zona Merah Covid-19

Pastikan rakyat mau gunakan masker dan pastikan jarak. Imbau rakyat untuk tidak lakukan kegiatan yang bisa berdampak pada penularan covid-19

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Royandi Hutasoit
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Ilustarasi Zona Merah 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi memaparkan pemetaan zonasi resiko covid-19 yang ada di kabupaten/kota di Sumut.

Berdasarkan indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan masyarakat yang bersumber dari www.covid19.go.id, bahwa di Sumut tidak ada lagi daerah yang masuk ke dalam kategori resiko tinggi atau zona merah covid-19.

Edy menyebutkan dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut, 26 di antaranya masuk kategori resiko sedang atau zona oranye, yakni Medan, Binjai, Tanjungbalai, Sibolga, Pematangsiantar, Gunungsitoli, Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailingnatal, Deliserdang, Dairi.

Lalu Toba, Padanglawas, Padanglawas Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Serdangbedagai, Asahan, Batubara, Karo, Langkat, Humbang Hasundutan dan Tebingtinggi.

"Zona merah tidak ada lagi, hanya zona oranye. Namun Medan, Deliserdang, Siantar, Simalungun dan Binjai penyumbang kasus covid-19 terbesar di Sumut," ungkap Edy, Jumat (8/1/2021).

Sementara untuk daerah yang masuk kategori resiko rendah atau zona kuning ada sebanyak 4 kabupaten/kota, yakni Tapanuli Utara, Simalungun, Nias Utara dan Padangsidimpuan.

"Tidak ada kasus di Nias, Nias Selatan dan Nias Barat atau zona hijau. Ini harus benar-benar dijaga," ucapnya.

Untuk terus menekan angka penyebaran covid-19 di Sumut, maka Edy meminta kepada bupati/wali kota meningkatkan pemeriksaan PCR, terutama kepada tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Setiap 2 minggu sekali, nakes diwajibkan di swab. Saya minta bupati dan wali kota benar-benar perhatikan ini. Lakukan juga pemeriksaan PCR kepada pegawai perkantoran, baik pemerintahan maupun swasta dan warga binaan di Lapas. Saya juga imbau pelaksanaan PCR dengan orang berstatus kontak erat, satu kasus konfirmasi covid-19, maka harus dilakulan contact tracing terhadap 36 orang kontak erat," kata Edy.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu pun tak lupa mengingatkan kepada bupati dan wali kota untuk terus berupaya mengajak masyarakat di daerah masing-masing agar mematuhi protokol kesehatan.

"Pastikan rakyat mau gunakan masker dan pastikan jarak. Imbau rakyat untuk tidak lakukan kegiatan yang bisa berdampak pada penularan covid-19. Ingatkan juga untuk selalu mencuci tangan memakai sabun," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved