Breaking News:

Kasus Pengaturan Skor, PBSI Sumut Panggil Fadilah Afni hari Senin Mendatang

Edi mengaku pihaknya tidak akan membuat punishment lagi kepada Afni mengingat dirinya sudah mendapat sanksi dari BWF.

Tribun Medan/Chandra Simarmata
SEKRETARIS Umum (Sekum) Pengprov PBSI Sumut, Edi Ruspandi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Umum (Sekum) PBSI Sumut Edi Ruspandi mengatakan, pihaknya akan memanggil Fadilah Afni terkait masalah kasus pengaturan skor pertaningan.

"Sampai saat ini, kita belum ketemu. Mungkin Senin kita ketemu sama Afni," katanya, Sabtu (9/1/2021).

Edi mengaku pihaknya tidak akan membuat punishment lagi kepada Afni mengingat dirinya sudah mendapat sanksi dari BWF terkait kasus pengaturan skor atau match fixing.

"Kita dari pengurus tidak membuat punishment lagi. Tapi kita mau tahu secara detailnya seperti apa sehingga kita bisa memberikan masukan kepada PP PBSI bagaimana cara menanggulanginya agar ini tidak terjadi lagi," katanya, Sabtu (9/1/2021).

Mengenai apakah Afni memang benar tidak bisa bermain lagi seumur hidupnya? Edi mengaku melihat dari hukumannya memang seperti itu. Tapi pihaknya belum mengetahui bagaimana keputusan dari PP PBSI. "Dan saya nanti akan menceritakan kejadian ini kepada PP PBSI biar tidak simpang siur dan jelas duduk perkaranya" pungkasnya.

Edi pun mengaku, kalau Afni sudah tidak bermain lagi sejak 2018. "Dia terakhir kali menjadi atlet tahun 2018. Dan setelah itu, dia menjadi pelatih sampai sekarang," pungkasnya.

Mengenai di mana keberadaan dan rumah Fadilah Afni, Edi mengaku tidak mengetahuinya. "Senin depan pun, kita akan datangkan yang bersangkutan di Gedung PBSI Sumut yang berada di Jalan Pancing," katanya.

Untuk diketahui, ada delapan p pebulutangkis Indonesia yang terkena sanksi match fixing BWF yakni Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditya Dwiantoro dan Agripina Prima Rahmanto Putra.

Edi mengatakan, kalau Afni sekarang merupakan pelatih PB Indocafe. Menurutnya, hukuman yang diberikan kepada Afni sudah sangat cukup. Maka dari itu, katanya, PBSI Sumut cukup memberikan support. 

"Itu kita lakukan karena kita tidak mengetahui kenapa hal ini bisa terjadi. Dia tersandung itu gara-gara apa? Apa karena perbuatan teman, atau gara-gara terpicu. Kemungkinan ini banyak faktorlah," ujarnya.

Atau, Afni tidak mengetahui namun cuma ikutan saja. "Karena kan kalau main ganda dia kan tergantung temannya juga. Kan biasanya dia pasangan sama Sekar Ayu. Nah kita harus melakukan investigasi secara mendalam terkait hal ini," katanya.(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved