Breaking News:

Kepemimpinan Golkar Deliserdang Diambil Alih Provinsi, Amek Janjikan Akan Patuh

Beredar kabar kalau saat ini kepemimpinan Golkar Deliserdang pun sudah diambil alih oleh DPD Partai Golkar Sumut.

TRIBUN MEDAN/INDRA
PARA pengurus Partai Golkar provinsi dan kabupaten berfoto bersama dalam Musda X DPD Partai Golkar Deliserdang sebelum terjadi kekisruhan September 2020 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Dualisme kepemimpinan di DPD Partai Golkar Kabupaten Deliserdang hingga saat ini masih terus terjadi. Belum ada keputusan resmi dari DPP Partai Golkar terkait siapa yang menjabat sebagai ketua DPD, Tengku Ahmad Tala'a atau dr Thomas Darwin Sembiring.

Keduanya sempat sama-sama melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) X di tempat yang terpisah. Musda Tengku Ahmad Tala'a dilakukan di Gedung Cadika Lubukpakam, sementara Musda versi dr Thomas Darwin Sembiring dilaksanakan di hotel Wing Batang Kuis. 

Informasi yang dikumpulkan, perkembangan atas masalah ini sudah mulai menunjukkan titik terang.

Beredar kabar kalau saat ini kepemimpinan Golkar Deliserdang pun sudah diambil alih oleh DPD Partai Golkar Sumut setelah turunnya petunjuk dari Mahkamah Partai Golkar.

Karena selama ini aktif membentuk Pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) pihak Tengku Ahmad Tala'a pun sudah mendapat instruksi dari DPP Provinsi. Hal ini disebut-sebut menguntungkan dr Thomas Darwin Sembiring karena dirinya sudah masuk dalam komposisi dan personalia DPD Partai Golkar Provinsi Sumut masa bakti 2020-2025 yang ketuanya dipegang oleh Musa Rajekshah. 

Kabar adanya petunjuk dari Mahkamah Partai ini pun sudah didengar oleh masing-masing pengurus PK Partai Golkar Deliserdang pendukung Ketua dr Thomas Darwin Sembiring.

Ketua PK Partai Golkar Patumbak, Mario GD Purba menyebut mereka sangat berharap kalau DPD Provinsi cepat menyelesaikan kondisi yang terjadi karena di tingkat Kabupaten terjadi dualisme di tingkat Kecamatan juga mengalami hal yang sama. 

"Kami sudah dengar juga adanya surat dari Mahkamah Partai. Karena ada permasalahan sekarang kepemimpinan di Deliserdang kosong dan diambil alih DPD Sumut. Kami dengar bulan Desember lalu keluar surat dari Mahkamah Partai. Amek (sapaan akrab Tengku Ahmad Tala'a) juga sudah disurati Provinsi. Dia diperintahkan memberhentikan kegiatan-kegiatan yang ada di Deliserdang. Sebelum keluar surat diakan terus melakukan musyawarah di kecamatan-kecamatan," ucap Mario GD Purba, Minggu (10/1/2021). 

Mario mengaku hak dari masing-masing PK yang sebelumnya dibekukan oleh Amek juga diperintahkan untuk dikembalikan. Diberi batas waktu 14 hari terhitung sejak awal Januari.

Dikatakannya, kalau saat ini musyawarah di Kecamatan Patumbak sudah dilakukan dan sangat dikecewakan ya. 

"Kita sekarang pantau juga ruang gerak mereka karena telah diperintahkan untuk memberhentikan kegiatan oleh provinsi. Ada 16 PK kita yang mendukung dr Thomas. Karena kami tidak mendukung Amek dibentuknya PK baru. Seperti di Patumbak, ada Pemilihan Kecamatan, tapi tidak ada pengurus desa saya yang ikut. Mereka bentuk dan ciptakan sendiri saja. Kami yang dulu mengajukan surat ke Mahkamah Partai karena adanya dua kepemimpinan di Deliserdang. Hak kami saat Musda tidak diberdayakan. Makanya kami minta kejelasan sama Mahkamah Partai," kata Mario. 

Terpisah Tengku Ahmad Tala'a atau Amek yang dikonfirmasi membenarkan kalau dirinyasudah mendapat instruksi dari DPD Golkar Provinsi. Diakui ada tiga poin penting yang diperintahkan kepadanya. Dikatakannya, sebagai kader dirinya siap dan patuh kepada pimpinan. 

"Dari Mahkamah (Partai) ke kami nggak ada suratnya. Surat instruksi Golkar Sumut yang ada. Ada tiga poinnya itu. Yang pertama itu mengembalikan keputusan yang lama kurang lebih gitulah, kedua menghentikan musyawarah dan konsolidasi, ketiga menyerahkan SK-SK lama. Kira-kira gitulah, besok lah kita ketemu. Sekarang ini saya lagi tahlilan tempat saudara," kata Amek. 

Saat ditanyai mengenai harapannya, Amek pun menyebut kalau ini sebenarnya masalah internal. Menurutnya lebih baik diselesaikan dengan cara kekeluargaan. "Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan kenapa tidak. Kepada pendukung agar kita patuh kepada pimpinan Sumut saja," kata Amek. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved