Kunjungan Wisman ke Sumut Naik, Pengamat: Belum Sepenuhnya Karena Daya Beli Pulih
BPS Sumut mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Utara pada bulan November 2020 mengalami kenaikan 288,07 persen
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Utara pada bulan November 2020 mengalami kenaikan 288,07 persen dibanding yang datang pada bulan Oktober 2020.
Pada November 2020, jumlah wisman mencapai 1.366 kunjungan. Namun mengalami penurunan 93,83 persen dari 22.128 kunjungan pada bulan November 2019.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin mengatakan kunjungan wisman yang mengalami kenaikan tersebut pasti akan diapresiasi semua pihak. Namun menurutnya penambahan jumlah wisatawan tersebut justru menjadi pertanyaan besar bagi sebagian banyak orang.
"Peningkatan jumlah wisatawan apakah karena tingkat kejenuhan masyarakat yang sudah memuncak? Menurunnya kesadaran masyarakat akan ancaman covid 19? Atau justru dikarenakan oleh pemulihan daya beli?" katanya Minggu (10/1/2021).
Menurutnya kenaikan jumlah wisman ini belum menunjukkan pemulihan daya beli saya pikir sih belum. Tetapi bisa saja belanja untuk wisata yang selama pandemi ditahan, dan di November atau Desember baru dibelanjakan.
"Menurut saya alasan tersebut lebih masuk akal. Bila dibandingkan dengan kemungkinan alasan terakhir tersebut, saya justru menilai kesadaran akan ancaman covid yang menurun, ditambah tingkat kejenuhan masyarakat yang terkarantina, justru menjadi alasan kuat mengapa ada kenaikan belanja di sektor wisata secara tiba-tiba," katanya.
"Nah bagaimana dengan kunjungan bisnis? Meskipun pada dasarnya memang aktifitas bisnis membaik belakangan ini, tetapi saya melihat pola hubungan bisnis banyak orang saat ini juga berubah dari yang konvensional ke sistem daring," lanjutnya.
Ia menilai memang tetap ada kemungkinan kenaikan kunjungan tersebut dikarenakan oleh meningkatnya hubungan bisnis. Walaupun belum sepenuhnya terkonfirmasi bahwa kunjungan bisnis memicu terjadinya lonjakan jumlah kunjungan wisatawan. Terlebih belakangan ini harga tiket pesawat terus mengalami penurunan dan menggiring terjadinya deflasi.
"Ada penurunan jumlah penumpang dari transportasi laut, darat dan udara dibandingkan masa sebelum Covid-19. Rutinitas bisnis juga banyak yang WFH atau berkerja lewat rumah dan kunjungan bisnis dibatasi," katanya.
"Nah untuk mengukur kalau memang benar kunjungan bisnis tersebut memicu terjadinya kenaikan kunjungan wisatawan. Maka data yang lebih akurat adalah tingkat hunian hotel yang bisa mengukurnya dari kunjungan jumlah tamu di hari normal," pungkasnya.
(sep/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wisman-asal-inggris-manortor-1.jpg)