Breaking News:

Wakil Ketua KPK: Kampus Harus Menjadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli SIregar, SH. MH mengajak Lembaga Pendidikan Tinggi untuk berperan aktif dalam pemberantasan korupsi

Tribun Medan/HO
Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP dan Dekan Fakultas Hukum Dr. Marzuki, SH, M.Hum beserta pimpinan Fakultas Hukum saat mengikuti pembukaan Webinar Nasional dalam rangka Milad Fakultas Hukum k3-69 kemarin (9/1) 

Tribun-Medan.com, Medan - Wakil Ketua KPK Lili Pintauli SIregar, SH. MH mengajak Lembaga Pendidikan Tinggi untuk berperan aktif dalam pemberantasan korupsi dengan menjadi basis Gerakan Anti Korupsi. Hal itu disampaikan Lili Pintauli Siregar saat menjadi narasumber dalam Webinar Nasional Milad ke-69 Fakultas Hukum UISU kemarin (9/1).

Dikatakan Lili bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak kepada siapa saja secara random. Untuk itu, dibutuhkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Salah satunya dengan akademisi dan perguruan tinggi atau kampus. “Harus ada kolaborasi antara KPK dengan akademisi dan perguruan tinggi,”ujarnya dalam webinar yang dibuka Rektor UISU Dr. H Yanhar Jamaluddin, MAP itu.

Kolaborasi yang dimaksud, menurut Lili Pintauli yakni kampus dapat menjadi pusat inovasi dan penelitian untuk riset, data dan kajian anti korupsi.

Kedua, kampus dapat menjadi pusat pengajaran anti korupsi yang menciptkan nilai-nilai akti korupsi. Ketiga, kampus dapat  menghasilkan ahli yang berkontribusi untuk penyelesaian kasus-kasus dan tindak pidana kourpsi, Keempat, pada akhirnya kampus dapat menjadi basis pusat pergerakan anti korupsi.

Dikatakannya, KPK sangat konsern terhadap pencegahan sebagai salah satu tugas KPK sebagaimana yang diatur UU. Pencegahan itu, katanya dilakukan dengan melibat peran serta masyarakat dan satuan-satuan Pendidikan.

“Mulai dari satuan Pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi,”jelasnya. Pentingnya pendidikan anti korupsi dalam rangka menciptakan prilaku berkarakter yang anti korupsi yang harus dimulai dengan penerapan nilai-nilai luhur anti korupsi melalui satuan epndidikan, keluarga dan masayarakat.

Webinar Nasional yang digelar fakultas Hukum UISU diawali dengan pengantar oleh Dekan Fakultas Hukum UISU Dr. Marzuki dan dilanjutkan dengan pengantar dari Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP.

Dalam sambutannya, Rektor UISU mengucapkan selamat atas peringatan Milad Fak Hukum ke-69 yang dirangkai dengan kegiatan webinar nasional dengan tema Harapan dan tantangan pada era revolusi industri 4.0.

“Ini merupakan tantangan dan Fakultas hukum harus mengambil peran penting untuk menghadapi  tantangan khususnya di era revolusi industry 4.0,”ujar Yanhar.

Salahsatunya dengan mengoptimalkan alumni-alumni fakultas hukum yang  sekarang ada di pemerintahan maupun swasta. “Harapannya, dengan kehadiran narasumber dapat menjawab tantangan dimana peran Fakultas hukum UISU ke depan,”katanya.

Kegiatan webinar yang dibuka Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP itu menghadirkan pembicara yang berasal dari alumni-alumni Fakultas Hukum, diantaranya Dr. Ahmad Muladi, SH, M.Hum (Dosen Universitas Jayabaya), Robi Anugrah Marpaung, SH, MH (Advokat dan Ketua IKA UISU Jakarta), Dr. Zulkarnain Koto, SH, M.Hum (Dosen PTIK), dan Lili Pintauli Siregar SH, MH (Wakil Ketua KPK RI) serta dipandu Panca Sarjana Putra, SH, MH sebagai moderator dan diikuti civitas akademika Fakultas Hukum UISU.

Sementara itu, salah satu pembicara lainnya, Dr. Ahmad Muladi, SH, M.Hum yang juga Dosen Universitas Jayabaya dalam paparannya menyampaikan pentingnya perubahan  pola fikir yang lebih terbuka dengan teknologi. Alumni UISU stambuk 1984 ini mengatakan dengan istilah gaptek teknologi dan gaptek literasi.

“Maksudnya dosen harus akrab dan menguasai teknologi dan mampu memperharui literatur atau bahan bacaan,”katanya. Strateginya, kata Ahmad Muladi dengan cara merubah proses belajar mengajar yang dapat merangsang mahasiswa agar lebih kreatif danberfikir kritis.

Kemudian melakukan pengembangan terhadap integritas dosen, mahasiswa dan pimpinan. Namun, pihaknya mengingatkan agar Fakultas Hukum UISU tetap mengedepankan ciri-ciri keislaman sebagai bagian dan identitasnya sebagai perguruan tinggi yang islami.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved