Breaking News:

Lima Sapi Kembali Dimangsa Harimau di Bahorok, BKSDA Sebut karena Faktor Opportunity dan Kenyamanan

Sapi warga milik Ucok Perangin-angin ditemukan dengan bekas cabikan cakar dan gigitan Harimau Sumatera di Dusun Batu Katak, Desa Batu Jonjong.

TRIBUN MEDAN/HO
TERNAK sapi milik warga yang dimangsa harima di Dusun Batu Katak, Desa Batu Jonjong, Senin (11/1/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Lima hewan ternak sapi milik warga Bahorok kembali menjadi korban keganasan Harimau Sumatera.

Sapi warga milik Ucok Perangin-angin ditemukan dengan bekas cabikan cakar dan gigitan Harimau Sumatera di Dusun Batu Katak, Desa Batu Jonjong, Senin (11/1/2021). 

Lima sapi milik Ucok Perangin angin yang tinggal di Simpang Sukamaju, Kelurahan Pekan Bahorok dipeliharakan kepada Sadikin (46) warga Dusun Batu Katak, Desa Batu Jonjong, Kecamatan Bahorok, Langkat.

Pertama kali ditemukan oleh Sadikin sekitar pukul 07.00 WIB ketika berangkat dari rumahnya berjarak sekira 500 M menuju kebun kelapa sawit milik Alm Mahyuddin, di Dusun Batu Katak, Desa Batu Jonjong. 

Sadikin selama ini mengembalakan 11 ekor sapi di kawasan yang banyak rumput dan di area kebun sawit. Dia terkejut ketika mendapati lima sapi telah bergelimpangan di tanah tidak bernyawa.

"Awalnya saya menemukan seekor sapi induk telah mati dengan bagian belakang badannya telah dimakan harimau, dan pada leher tampak bekas gigitan taring harimau. Lalu saya berkeliling hingga menemukan dua ekor sapi induk dan dua ekor anakan telah mati dengan bekas gigitan taring harimau di lehernya," katanya. 

Kapolsek Bahorok, P Hutagaol menyampaikan, petugas gabungan sudah meluncur ke lokasi guna mengamankan konflik satwa. Di antaranya Balai Besar TNGL, BBKSDA, Wildlife Conservation Society (WCS) atau mitra kehutan dan Ranger yang ada di kawasan yang Taman Nasional Gunung Leuser ini. 

"Hari ada lima ternak warga dimangsa harimau. Kepolisian sudah koordinasi dengan pihak terkait dan menyarankan pada warga untuk membuat kandang dengan arahan dari WCS cara pembuatannya. Langkah ini demi melindungi warga dan ternak yang ada," kata P Hutagaol. 

BKSDA dan Balai Besar TNGL Wil V Bukit Lawang telah merencanakan memasang perangkap harimau seperti yang telah dilakukan di Dusun Selayang, Desa Lau Damak. Diduga Harimau yang memangsa ternak warga adalah 'Raja Rimba' yang sama. 

Penanggungjawab TNGL wilayah Bahorok, Helbert menjelaskan ada banyak faktor utama yang menyebabkan kejadian berulang ini. Namun, menyikapi kejadian di Bahorok, faktor utamanya karena sifat opportunity harimau dan kenyamanan Harimau Sumatera. 

"Ini harimau yang sama jika melihat hasil tangkapan kamera trap bersama Tim TNGL. Terlihat dari khas lorengnya. Jadi faktor utama karena sifat opportunity dan sudah nyaman dengan mangsa, sekaligus dia ingin memberi tanda wilayah kekuasaannya," jelasnya. 

"Kalau dibilang dia kurang makanan di dalam hutan, itu nggak mungkin. Teman-teman TNGL pun bilang makanan harimau di hutan cukup, ada banyak babi di dalam. Tapi ini karena dia juga sudah nyaman dengan mangsanya (ternak sapi), jadi sekaligus dia (harimau) menandai wilayahnya," ungkap Helbert. (dyk/Tribun-Medan.com) 
 

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved