Breaking News:

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Metode Pengawetan Makanan di Nias pada Masa Lampau

Proses pengawetan makanan sudah ada sejak masa kerajaan pada etnis-etnis di Indonesia. Satu di antaranya etnis Nias yang ada di kawasan Pulau Nias

Ist/Kemendikbud
Pengawetan makanan Ni’owuru di Nias 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Proses pengawetan makanan pada masa lampau tentunya tak secanggih dengan teknologi saat ini.

Namun, proses pengawetan makanan sudah ada sejak masa kerajaan pada etnis-etnis di Indonesia. Satu di antaranya etnis Nias yang ada di kawasan Pulau Nias, Sumatera Utara.

Dilansir dari artiket Kemendikbud, orang Nias menyebutnya Ni’owuru, yang merupakan metode pengawetan makanan berbahan dasar daging atau biasanya daging babi, dengan cara pengasinan atau diberi garam dalam jumlah banyak.

Dikutip dari artikel Pariwisata Indonesia, sebelum mengenal Ni’owuru, masyarakat Nias mengawetkan daging dengan metode ni’unage atau pengasapan.

Namun setelah mengenal garam, metode pengasapan pun beralih menjadi metode pengasinan.

Meski tidak diketahui secara pasti kapan Ni’uworo pertama kali berkembang di masyarakat Nias.

Akan tetapi metode ini diyakini telah dilakukan sejak berabad-abad silam.

Berdasarkan keterangan satu di antara warga Nias, Yunus Buaya, biasanya metode Ni’owuru dilakukan saat masyarakat Nias yang memiliki daging berlebih.

Agar daging tersebut tidak terbuang sia-sia. Oleh sebab itu, dilakukanlah metode Ni’owuru.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved