Breaking News:

Kick Off Pelatihan 3 in 1 Serentak 7 BDI

Pandemi global COVID 19 telah mengubah tatanan kehidupan kita setahun terakhir, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia

Tribun Medan/HO

Tribun-Medan.com - Pandemi global Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan kita setahun terakhir, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kehadiran Covid-19 ini tidak hanya menjadi permasalahan di sisi kesehatan, namun juga di sisi sosial dan perekonomian masyarakat.

Dampak ekonomi yang ditimbulkan telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat sehingga daya serap tenaga kerja di industri berkurang, menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya pengangguran.

Tercatat sebanyak 9,7 juta orang menganggur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 7,07%, sebagai akibat atas pandemi Covid-19 ini.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah telah menetapkan kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang diarahkan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat yang akan segera dilakukan. Selain itu, kunci pendorong pemulihan ekonomi nasional juga meliputi implementasi Undang Undang Cipta Kerja dan penerapan serangkaian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah mulai digencarkan sejak tahun 2020.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah, Kementerian Perindustrian juga berupaya memulihkan perekonomian dan meningkatkan daya saing industri nasional antara lain dengan menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), di mana hingga November 2020 telah diberikan IOMKI sebanyak 18.433 izin yang mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja, Implementasi Making Indonesia 4.0, dengan 7 sektor prioritas, yaitu industri makanan & minuman, kimia, tekstil & busana, otomotif, elektronika, farmasi, dan alat Kesehatan serta Pembangunan Pusat Inovasi Digital dan Pengembangan SDM Industri 4.0 (PIDI 4.0), yang diharapkan akan menjadi solusi satu atap penerapan industri 4.0 di Indonesia dan Jendela Indonesia 4.0 untuk dunia.

Industri manufaktur Indonesia tidak luput terkena dampak dari Pandemi Covid-19. Pada Triwulan III tahun 2020 lalu, industri manufaktur mengalami kontraksi yaitu tumbuh sebesar -4,02%.

Nilai ini mengalami perbaikan setelah di Triwulan sebelumnya kontraksi lebih dalam lagi senilai -,5,74%. Tren perbaikan terus berlanjut di Triwulan IV seiring peningkatan kinerja ekspor dan permintaan pasar akan produk industri.

Aktivitas industri manufaktur di tanah air menunjukkan kinerja yang gemilang pada bulan terakhir tahun 2020. Hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2020 yang tercatat di level 51,3 atau naik dibanding capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6. Nilai ini merupakan capaian tertinggi selama sepuluh bulan terakhir atau sejak bulan Maret, saat Indonesia dinyatakan mengalami pandemi Covid-19.

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Halaman
123
Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved