Breaking News:

Jadi Perantara Sabu 20 Gram, Nova dan Imam Dituntut 12 Tahun Penjara di PN Medan

Meminta agar majelis hakim agar menjatuhkan para terdakwa, dengan hukuman 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan penjara.

TRIBUN MEDAN/GITA
SIDANG terdakwa perkara sabu 20 gram di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa Nova Mauliza (24) dan Imam Rifai (46) Dua warga Kabupaten Bener Meriah Aceh Tengah ini, dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reo Saragih, dalam sidang yang digelar secara daring di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/1/2021).

JPU menilai dua pria ini terbukti menjadi perantara jual beli sabu seberat 20 gram sehingga diancam pidana sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat 2 Jo. Pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Meminta agar majelis hakim agar menjatuhkan para terdakwa, dengan hukuman 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan penjara," pinta Jaksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Jarihat Simarmata.

Dalam pertimbangan Jaksa, hal yang memberatkan para terdakwa karena perbuatan keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika.

"Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berprilaku baik dalam persidangan dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatannya kembali," pungkas Jaksa mengakhiri pembacaan tuntutan.

Setelah mendengarkan nota tuntutan dari jaksa, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda pembelaan terdakwa (pledoi)

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa menjelaskan bahwa perkara tersebut bermula ketika pihak polisi mendapatkan informasi bahwa ada peredaran narkotika di Hotel Grenn Alam. 

"Kemudian petugas Kepolisian langsung masuk ke kamar 244, dimana terdakwa Imam bersama anak Muzi  sedang duduk-duduk di dalam kamar tersebut. Kemudian petugas kepolisian melakukan penggeledahan dan dari kantong celana sebelah kanan anak Muzi ditemukan satu bungkus plastik klip kecil yang berisikan sabu, sedangkan dari terdakwa Imam tidak ditemukan apa-apa," kata JPU.

Selanjutnya petugas kepolisian mengintrogasi  dari mana sabu tersebut, dan keduanya mengaku barang  tersebut diperoleh dari terdakwa NOVA yang sedang berada di kamar nomor 232.

Selanjutnya, polisi langsung menuju kamar dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa Nova.

Saat dilakukan interogasi, terdakwa Nova  mengaku memperoleh satu bungkus plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu berat bersih 20 gram yang ditemukan dari kantong celana kanan anak Muzi adalah dari seorang laki-laki yang tidak dikenal di Jalan Binjai Medan.

Padaha  sebelumnya terdakwa Nova disuruh temannya yang bernama Taufik (DPO) ke Medan untuk mengambil sabu.

"Sesampainya di Medan Taufik (DPO) menghubungi terdakwa Nova untuk menemui seseorang di Jalan Bilal dan setelah bertemu terdakwa Nova memberikan uang sebesar Rp 10 juta kepada seorang laki-laki yang tidak dikenal dan memperoleh satu bungkus plastik narkotika jenis sabu berat bersih 20 gram. Selanjutnya anak Muzi Nova, dan terdakwa Imam serta barang bukti dibawa petugas Kepolisian Sat Res Narkoba Polrestabes Medan guna pemeriksaan lebih lanjut," kata JPU.(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved