Breaking News:

Asner Silalahi meninggal dunia

Penetapan Asner Silalahi Jadi Wali Kota Tetap Berjalan Sesuai Mekanisme dalam Peraturan KPU-RI.

Komisioner KPUD Pematangsiantar Gina Ruth Fefiliana Ginting saat dikonfirmasi enggan mengomentari kabar meninggalnya Asner Silalahi. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
T R IBUN-MEDAN/Alija Magribi
WALI Kota Pematangsiantar terpilih, Asner Silalahi. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Jalan Asner Silalahi sebagai Wali Kota Pematangsiantar tahun 2021 dipastikan sudah mulus. Hal ini mengingat tak ada gugatan dari pihak manapun terhadap dirinya dan Calon Wakil Wali Kota dr Susanti Dewayani di Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun tak disangka, Mantan Kepala Satker Kementerian PUPR di Papua ini meninggal dunia, Rabu (13/1/2021) sore.

Komisioner KPUD Pematangsiantar Gina Ruth Fefiliana Ginting saat dikonfirmasi enggan mengomentari kabar meninggalnya Asner Silalahi. 

Gina menjelaskan, proses penetapan Asner tetap berjalan sesuai mekanisme dalam Peraturan KPU-RI.

"Saat ini nggak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Tetapi kita menunggu Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) untuk Pilkada Pematangsiantar," ujar Gina.

Gina mengatakan, bila tak ada halangan, BRPK itu nantinya akan diterbitkan MK sekitar tanggal 16 Januari 2021 hingga 18 Januari 2021.

Kemudian setelah BRPK diterbitkan, maka selambat-lambatnya dalam tiga hari tersebut, KPUD Siantar akan menetapkan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Siantar terpilih hasil Pilkada 2020.

Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani sendiri memenangi pilkada dengan status Calon Tunggal. Pasangan dengan nama kampanye PASTI memeroleh suara 87.773.

Sedangkan kolom kosong sebanyak 25.560 dan suara tidak sah sebanyak 1.926.

Dalam Pilkada 9 Desember 2020, KPUD Pematangsiantar menetapkan Jumlah pengguna hak pilih yang hadir di TPS sebanyak 115.219.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved