Breaking News:

Pipa PDAM Hanyut, Warga Kecamatan Panei Potong Bongkahan Kayu hingga Tampung Air Hujan

Sungai menggerus jembatan dan menghanyutkan pipa air bersih milik Perumda Tirta Uli Pematangsiantar, yang mana air bersumber dari mata air terdekat.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ALIJA
WARGA di Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun bergotong royong memotong bongkahan kayu yang berasal dari banjir sungai Bah Kora, Rabu (13/1/2021) sore. 

Dari enam titik tersebut, ada tiga jembatan yang putus akibat diterjang banjir. Akibat terjangan banjir itu, akses keluar masuk antardesa di Kecamatan Panei terganggu, dan bahkan ada juga yang sampai lumpuh total.

"Ada enam titik yang terkena banjir, tiga jembatan putus, dan kita juga sudah meninjau bersama Bapak Bupati. Besok akan mulai diperbaiki" ucap Ueki Damanik.

Ueki menuturkan, Bupati Simalungun JR Saragih sudah memberi atensi khusus untuk pemulihan sarana kebutuhan warga. Bupati juga telah berkunjung Selasa (12/1/2021) siang kemarin.

"Tadi Pak Bupati sudah datang, dan hari mulai diperbaiki. Kami harap itu benar-benar dikerjakan, karena memang jalan ini penghubung tiga desa ke jalan besar, yakni Desa Parsaguan, Tambunan dan Sibolangit," ucap warga Bermarga Siahaan.

Distribusi Air Bermasalah ke Pematangsiantar

AKIBAT pipa induk yang rusak di Parsaguan, Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun rusak. Aliran air untuk kebutuhan pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtauli tidak mengalir.

Kasubbag Hubungan Langganan Perumda Tirtauli, Muhammad Nurdin menjelaskan bahwa kerusakan ini membuat sekitar 25 - 28 ribu pelanggan yang tersebar di empat Kecamatan tak dapat layanan air, yaitu Kecamatan Siantar Martoba, Kecamatan Utara, Kecamatan Barat dan Kecamatan Sitalasari.

Menurutnya, hanya rumah yang berada di daratan rendah yang dapat distribusi air. Itupun dengan debitnya yang sangat kecil. 

"Daerah kita kan masih ada kayak kuali sehingga masih ada yang hidup," katanya saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2021).

"Kemungkinan besar pekerjaan selesai 4-5 hari, terhitung dari hari Selasa. Antisipasinya kita menyupai air kepada setiap pelanggan dengan menggunakan tiga unit mobil tangki sesuai dengan permintaan pelanggan. Tidak ada penjatahan. Contohnya rumah pelanggan di dalam dan kita siapkan ember atau bak," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved