Breaking News:

Keuskupan Agung Medan Berduka

Pastor Elias Sembiring Meninggal Dunia, Berikut Riwayat Hidupnya

Setelah mengawali pendidikan calon imamnya, dirinya mengikrarkan kaul perdana pada 13 Januari 1971.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
PASTOR Elias Sembiring, OFM.Cap. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Pastor Elias Sembiring mengembuskan napas terakhirnya, Kamis (14/1/2021). Panggilan lelaki yang lahir di Desa Kubucolia yang berada di kawasan Kabanjahe menjadi seorang imam telah tertanam dengan keputusannya untuk mengikuti masa pendidikan calon imam dan akhirnya menerima jubah Kapusin pada tanggal 12 Januari 1970.

Pria tangguh kelahiran 22 April 1948 ini merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Ia lahir atas rahmat Tuhan melalui buah cinta Ferdinand Bantal Raja Sembiring dengan Rosalia Ningger Sitepu. 

Setelah mengawali pendidikan calon imamnya, dirinya mengikrarkan kaul perdana pada 13 Januari 1971. Setelah dua tahun menyampaikan kaul perdana, ia menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral Paroki (TOPP) di Pakkat sejak Januari hingga Juni 1973.

Setelah menjalani masa TOPP, kesediannya untuk menjalankan hidup sebagai biarawan Kapusin tetap lestari, sehingga ia bersedia untuk menyerukan kaul kekal pada 27 Juli 1975. Segera sesudahnya, ia menerima tahbisan Imamat pada 16 Juli 1977.

Sebagai imam muda, ia mengawali perutusan dan pelayanannya di Paroki Santo Yoseph Balige pada bulan Agustus 1977 hingga 1978.

Bakatnya sebagai akademisi telah dilihat oleh pimpinan Ordo Kapusin sehingga ia melanjutkan studi Moral di Universitas Lateran, Alfonsiana, Roma sejak Juni 1978 hingga Juni 1981.

Bermodalkan pengetahuan yang diserapnya di Roma, ia diserahi tugas sebagai Lektor/dosen di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Santo Yohanes Pematangsiantar sejak tahun 1983.

Pada 22 Agustus 1983 hingga Agustus 1986, ia diserahi tugas sebagai Direktur Seminari Tinggi STFT. Hingga tahun 1989, ia melayani persaudaraan Kapusin menjadi staff pembina di Biara Kapusin Alverna Pematangsiantar. 

Sejak 1 September 1989 hingga 25 Mei 1997, ia menjabat sebagai Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Medan. Lalu, ia melanjutkan studi di Piliphina pada tahun 1994.

Sepulang dari Piliphina, ia dipilih menjadi anggota Dewan Penasehat Minister Propinsial Kapusin Medan. Bukan hanya anggota Dewan, ia juga terpilih menjadi Propinsial Kapusin Medan sejak tahun 1997 hingga 2003, atau setara dengan dua periode. 

Terhitung sejak 5 Maret hingga bulan September 1999, ia menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan. Lagi-lagi, ia menjadi dosen di STFT Santo Yohannes pada tahun 2001hingga 2003.

Elias juga kembali menjadi Rektor Unika Santo Thomas pada tahun 2003 hingga 2011, setara dengan dua periode. Ia dipercayakan persaudaraan Kapusin  kembali menjadi anggota Dewan Penasehat Propinsial Kapusin Medan pada tahun 2009 hingga 2012. 

Ternyata, Keuskupan Agung Medan menyerahkan tugas baginya sebagai Vikjen kembali pada 17 Juni 2011 hingga 4 Maret 2019.

Setelah menjabat hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada hari ini Kamis (14/1/2021), ia menjadi Pastor asistensi di Jalan Asahan Batu Lima. (cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved