Breaking News:

Sharon Daceron, Ibu Pramugari Cantik, Gadisnya Tewas Digilir 11 Pria di Hotel: Anak Saya Diperkosa

Pramugari Cantik bernama Christine Dacera itu ditemukan tewas di bath up setelah ia pesta akhir tahun bersama 11 pria yang merupakan temannya.

Instagram.com/@xtinedacera/Kolase/Nolpitos Hendri
Sharon Daceron, Ibu Pramugari Cantik, Gadisnya Tewas Digilir 11 Pria di Hotel: Anak Saya Diperkosa 

TRIBUN-MEDAN.com - Ibu Pramugari Cantik yang ditemukan tewas di dalam bath up hotel terus berupaya mencari keadilan atas kematian anak gadisnya tidak wajar.

Pramugari Cantik bernama Christine Angelica Dacera itu ditemukan tewas di bath up setelah ia pesta akhir tahun bersama 11 pria yang merupakan temannya.

Namun, fakta yang ditemukan polisi, sebelum Pramugari Cantik itu tewas di bath up, ia diduga telah diperkosa, karena ditemukan sperma pada alat kelaminnya.

Christine Angelica Dacera (23) yang berprofesi sebagai pramugari Philippine Airlines, juga pernah menjadi juara kontes kecantikan di sebuah kota di Filipina. Christine dibunuh dan diperkosa oleh geng yang terdiri atas 11 pria. Kasusnya masih dalam penyelidikan polisi Filipina.
Christine Angelica Dacera (23) yang berprofesi sebagai pramugari Philippine Airlines, juga pernah menjadi juara kontes kecantikan di sebuah kota di Filipina. Christine dibunuh dan diperkosa oleh geng yang terdiri atas 11 pria. Kasusnya masih dalam penyelidikan polisi Filipina. (EVA.VN)

Sharon Dacera, ibu dari Pramugari Cantik Christine Dacera, tetap gigih mencari keadilan bagi sang putri yang ditemukan tewas bath up sebuah kamar hotel, seusai pesta Tahun Baru 2021.

Terbaru Sahron mengatakan bahwa putrinya tidak meninggal karena pecahnya aneurisma aorta, hal tersebut bertentangan dengan temuan otopsi resmi.

“Bagi saya, putri saya diperkosa,” kata Sharon dikutip dari Coconuts Manila, Rabu (13/1/2021).

“Jika kamu melihat tubuh Christine, jika kamu adalah ibunya, kamu pasti akan merasakan sakit yang diderita Christine, tetapi putri saya tidak dapat berbicara lagi karena dia meninggal.”

Sharon mengatakan bahwa Christine tidak mungkin meninggal karena aneurisma karena wanita berusia 23 tahun itu sehat.

“Di medico-legal, Anda bisa lihat ada luka robek pada anak saya, memar, kok tidak tertulis dalam otopsi? Ini tidak adil. Saya tidak bisa menerima otopsi yang mereka lakukan,” katanya.

Keluarga Dacera akan meminta petugas medico-legal Kepolisian Nasional Filipina dipecat dari posisinya karena diduga melakukan kesalahan otopsi. 

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved