Breaking News:

Kamu Pilih Investasi atau Menabung?

Walaupun menabung secara konvensional diperlukan untuk keperluan yang sifatnya mendadak, namun dengan menabung saja, nilai uang kita tidak bertumbuh

www.shutterstock.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Apa yang dilakukan seseorang jika sudah berpenghasilan?

Di masa lalu zaman kakek nenek atau eyang buyut kita, mungkin masih menyisihkan uang dari penghasilan untuk kebutuhan di masa depan dengan menyimpan di kotak penyimpan di dalam lemari atau di celengan, atau bahkan di bawah bantal.

Jika uang yang disimpan di rumah sudah banyak, orang-orang masa lalu biasa membeli emas atau tanah sebagai sarana investasi. Konsep menyisihkan sejumlah uang untuk disimpan demi memenuhi suatu kebutuhan di masa depan atau keperluan mendadak sudah menjadi tradisi turun temurun.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Medan, Pintor Nasution mengatakan pada generasi berikutnya, masyarakat sudah mulai mengenal bank sebagai tempat menyimpan uang, menggantikan tempat penyimpanan fisik yang memiliki risiko hilang atau dicuri. Akan tetapi, semakin maju, bank saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

"Mengapa? Karena, bunga atau imbal hasil (return) yang kita dapatkan dengan menabung di bank tidak sebanding dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya, sehingga jika dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa tersebut, uang yang kita tabung di bank sebenarnya justru mengalami penurunan nilai," ujar Pintor, Jumat (15/1/2021).

Contoh, lanjutnya, seorang istri menyisihkan uang pemberian suaminya agar bisa membeli mobil idaman yang harganya saat ini sebut saja Rp200 juta. Dia membayangkan, dengan menyisihkan Rp 2 juta per bulan, dalam 10 tahun dia akan bisa membeli mobil tersebut.

Padahal, pada 10 tahun mendatang, uang senilai Rp200 juta yang terkumpul sudah tidak cukup lagi membeli mobil yang sama karena harga mobil tersebut naik antara 10-15% per tahun.

Dalam 10 tahun, mobil yang sama harganya sudah berkisar Rp400 juta. Dari sinilah konsep investasi muncul. Investasi diartikan sebagai sebuah upaya, baik dalam bentuk materi, tenaga, atau waktu, yang dilakukan pada saat ini, untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

"Uang atau modal yang kita investasikan seiring dengan berjalannya waktu akan bertumbuh melebihi modal awalnya jika dialokasikan secara baik. Sehingga, investasi berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan tabungan," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved